Menjelang Ramadhan, Desa-Desa di Aceh Tengah Masih Gelap: Warga Jalan Kaki Dua Hari demi Bertahan Hidup
VISI.NEWS | ACEH – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sebagian warga di pedalaman Kabupaten Aceh Tengah masih bergulat dengan gelap dan keterisolasian. Hampir tiga bulan pasca banjir bandang November 2025, listrik di sejumlah desa belum juga menyala. Warga terpaksa berjalan kaki hingga dua hari untuk mengambil bantuan dan membeli kebutuhan pokok.
Di Desa Atu Payung, Kecamatan Bintang, kondisi belum banyak berubah sejak bencana hidrometeorologi melanda. Seorang penyintas mengungkapkan, kehidupan sehari-hari masih jauh dari kata normal.
“Listrik masih padam, bahkan awal bencana itu beras 10 kilogram harganya sampai Rp 500.000. Bertani pun belum bisa dijual,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Dompet Dhuafa, Rabu (18/2/2026).
Tak hanya Atu Payung, warga Desa Serule di Kecamatan Bintang dan Desa Paya Kolak di Kecamatan Celala juga mengalami kondisi serupa. Hingga Rabu (18/2/2026), aliran listrik di tiga desa tersebut masih padam. Pada malam hari, sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, penerangan hanya mengandalkan genset. Itu pun dari hasil iuran warga untuk membeli bahan bakar minyak di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.
“Persiapan Ramadhan kami ya begini saja, tidak ada persiapan khusus karena kebutuhan sehari-hari pun masih menunggu bantuan,” tutur seorang penyintas di Desa Serule.
Akses jalan yang rusak akibat longsor di lintas Takengon menuju pedalaman Kecamatan Bintang memperparah keadaan. Setiap kali hujan turun, lumpur kembali menutup jalan dan memutus akses, membuat masyarakat kembali terisolasi. Tim kemanusiaan mencatat, sejak Januari 2026 hingga kini, keterbatasan akses tersebut belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Sebagai bagian dari respons darurat, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mendistribusikan bantuan kepada 300 kepala keluarga di tiga desa terdampak, terdiri atas 83 KK di Desa Atu Payung, 163 KK di Desa Serule, dan 64 KK di Desa Paya Kolak. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar seperti sembako, hygiene kit, dan perlengkapan sekolah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!