Menjelang Ramadan, Warga Pidie Jaya Terjebak Lumpur Banjir Bandang: Rumah Tak Layak Huni, Tenaga dan Uang Sama-sama Habis

ED
Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:03 WIB
Bagikan
Menjelang Ramadan, Warga Pidie Jaya Terjebak Lumpur Banjir Bandang: Rumah Tak Layak Huni, Tenaga dan Uang Sama-sama Habis

“Kami berharap lumpur di perkarangan rumah bisa dikerok dan diangkut. Kami juga berharap ada bantuan cangkul, sekop, dan gerobak tangan serta relawan yang ikut membantu,” ujarnya.

Kekhawatiran warga semakin besar karena waktu terus berjalan mendekati bulan suci Ramadan.

“Kami berharap saat Ramadan tiba dapat tinggal di rumah walau dalam keadaan keterbatasan,” kata Muhammad Jamin.

Kondisi serupa dialami warga Gampong Manyang Cut. Rohana, salah seorang warga, mengatakan lumpur yang menutup halaman rumah justru memperparah kondisi saat hujan turun.

“Kami sangat berharap lumpur dikeruk, karena jika tidak dikeruk dan diangkut, saat rumah kami bersihkan air akan masuk ke dalam rumah,” katanya.

Rohana mengaku bersama suaminya membersihkan lumpur setinggi sekitar 1,5 meter di dalam rumah secara perlahan. Namun upaya itu sering sia-sia karena air kembali masuk akibat posisi tanah di luar rumah yang lebih tinggi.

“Kalau untuk membayar orang kami tidak sanggup karena tidak ada uang. Semua yang ada di rumah tidak bisa kami gunakan lagi,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menambah jumlah alat berat dan tenaga bantuan, khususnya untuk wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang, agar pemulihan dapat segera dilakukan sebelum Ramadan tiba. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.