Menjaga Ukhuwah Nahdliyah dalam Muktamar NU
VISI.NEWS | JAKARTA - Dalam momen muktamar, persaudaraan sebagai sesama warga NU atau ukhuwah nahdliyah diuji ketika terjadi kontestasi politik terkait dengan pemilihan ketua umum PBNU. Ada perbedaan dukungan terhadap calon ketua umum.
Merupakan hal yang normal jika seseorang lebih menyukai figur tertentu atau lebih sepakat dengan pikiran-pikiran seorang tokoh dibandingkan yang lain. Jika tidak terkelola dengan baik, perbedaan tersebut dapat menimbulkan kerenggangan dan citra kurang baik bagi NU.
Kadang ada aktivis yang tampak terlalu bersemangat dalam mengunggulkan calonnya. Sayangnya, ada beberapa yang menggunakan kampanye negatif kepada lawan. Hal ini merusak harmoni warga NU yang diakibatkan oleh adanya polarisasi dukungan. Seolah-olah pengurus atau aktivis NU dikelompokkan dalam pihak kita atau pihak lawan.
Ada empat jenis persaudaraan yang diajarkan di lingkungan NU, yaitu ukhuwah nahdliyah, ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa) dan ukhuwah insaniyah atau ukhuwah basyariyah yang dimaknai sebagai persaudaraan sesama manusia.
Persaudaraan sesama warga NU merupakan perasaan bahwa sebagai sesama pengikut NU harus saling membantu untuk tujuan pengembangan dan pemberdayaan organisasi serta umat. Identitas bersama inilah yang menyebabkan warga NU dari berbagai tempat dengan berbagai latar belakang langsung bisa menjadi akrab karena adanya titik temu yang sama.
Identitas ukhuwah nahdiyah ini pula yang memungkinkan warga NU bersedia berjuang dan berkorban karena terdapat nilai bersama. Para mahasiswa NU yang berada di berbagai negara awalnya tidak saling kenal, namun ketika ada yang membutuhkan bantuan dari belahan dunia lain, mereka bahu-membahu memberikan pertolongan yang dibutuhkan. Semua itu didasarkan atas ukhuwah nahdliyah.
Ukhuwah nahdliyah menumbuhkan ikatan emosi bersama yang menjadi modal besar dalam melakukan berbagai kerja bersama yang memerlukan modal kepercayaan. Berbagai bantuan yang diberikan NU dalam bentuk uang, barang, tenaga dalam berbagai bencana dalam dikumpulkan dari seluruh dunia karena adanya ikatan emosional sebagai sesama warga NU. Kerja-kerja organisasi dapat berjalan baik karena adanya ukhuwah nahdliyah ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!