IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Menhub: Pelaksanaan Angkutan Nataru Harus Jadi Pembelajaran untuk Lebaran 2025

Desi Rossilawati
Rabu, 1 Januari 2025 | 06:00 WIB
Bagikan
Menhub: Pelaksanaan Angkutan Nataru Harus Jadi Pembelajaran untuk Lebaran 2025

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, meminta seluruh jajarannya dan pemangku kepentingan transportasi menjadikan pelaksanaan angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) sebagai pembelajaran untuk angkutan Lebaran 2025 mendatang.

"Lebaran 2025 tidak lama lagi. Apa yang kita kerjakan selama Natal dan tahun baru ini hendaknya menjadi pembelajaran yang kita terapkan dalam menghadapi mudik Lebaran 2025. Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan layanan yang lebih baik," kata Menhub saat meninjau Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/12/2024).

Menhub, mengatakan bahwa hal-hal yang harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan terkait di sektor transportasi antara lain keselamatan penumpang, layanan, fasilitas, serta kerja sama yang terjalin antar pihak terkait.

"Saya harap semua kompak dalam bekerja sama. Kemenhub, BUMN, operator memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat," ucap Menhub, di Jakarta, Rabu (1/12/2025)

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Emas, Menhub meninjau Integrated Planning and Control Room di terminal penumpang. Ruangan tersebut berfungsi untuk memantau secara digital semua layanan kepelabuhanan baik layanan bongkar muat kapal, terminal petikemas dan nonpetikemas, serta traffic management.

Pelabuhan Tanjung Emas merupakan satu dari 264 pelabuhan pantau dalam penyelenggaraan angkutan laut Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Emas menyiapkan enam unit armada kapal, yang terdiri atas dua kapal PT Pelni dan empat kapal PT Dharma Lautan Utama dengan rute Pontianak, Ketapang, Kumai, Sampit, serta Karimun Jawa.

Dalam kunjungannya, Menhub turut didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi.

Kementerian Perhubungan mencatatkan sebanyak 110,6 juta masyarakat diprediksi melakukan perjalanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2024/2025.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, distribusi pengguna transportasi umum akan didominasi perjalanan udara, mencapai 8,2 juta penumpang pesawat.

Sementara, transportasi kereta api diprediksi akan mengangkut sekitar 6,8 juta penumpang. Sektor transportasi darat melalui terminal diperkirakan melayani sekitar 2,5 juta penumpang.

Untuk moda penyeberangan dan pelabuhan, diperkirakan akan melayani masing-masing 1,6 juta dan 1,3 juta orang. Sedangkan, sisanya adalah pengguna kendaraan pribadi.

Khusus untuk pengguna kendaraan pribadi yang akan melintasi ruas tol, Kemenhub memastikan bahwa kebijakan tarif gratis hanya berlaku pada sejumlah ruas tol fungsional atau masih dalam proses pengerjaan. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.