Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Mengenang Kisah Perjuangan RA Kartini

Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 08:00 WIB
Bagikan
Mengenang Kisah Perjuangan RA Kartini

Meski Kartini menjadi salah satu perempuan yang beruntung mendapatkan pendidikan karena ayahnya merupakan Bupati Jepara Raden Mas Sosroningrat, ibunya bukan keturunan darah biru, sehingga tidak menerima privilese bangsawan.

Sejak kecil, Kartini menyaksikan sang ibu, Ngasirah, yang tidak berhak tinggal di rumah utama bupati, tetapi tinggal di bagian belakang pendapa, karena hanya berstatus sebagai istri selir (garwa ampil).

Ngasirah memang berstatus sebagai istri pertama. Namun, istri kedua RM Sosroningrat, yakni Woerjan, yang menjadi istri utama karena seorang keturunan raja Madura.

Tidak hanya itu, Ngasirah harus memanggil anak-anaknya sendiri dengan sebutan 'ndoro', yang berarti majikan.

Adapun putra-putri Ngasirah diharuskan memanggilnya dengan sebutan 'yu', atau panggilan untuk perempuan abdi dalem.

Kendati demikian, Kartini menolak memanggil ibunya, 'y'", dan lebih sering memilih tinggal dengan sang ibu.

Di usia remaja, Kartini harus mengikuti tradisi masa itu, yaitu diharuskan tinggal di rumah atau dipingit, artinya ia tidak diperbolehkan keluar rumah dan melakukan aktivitas lain sampai menikah.

Selama dipingit, Kartini tetap membaca buku, koran, dan majalah, serta bertukar surat dengan temannya di Belanda.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.