Mengenal Tujuh Ulama Pahlawan Nasional
Akibatnya, Pondok Pesantren Sukamanah menjadi sasaran serangan tentara Jepang, dan KH Zainal Mustafa akhirnya berhasil ditangkap dan dipenjara di Cipinang, Jakarta.
Pengabdian dan perjuangan tidak berhenti sampai di situ. KH Zainal Mustafa meninggal dunia di Ancol, Jakarta pada 25 Oktober 1944. Namun, semangat dan perjuangannya tetap dikenang, dan pada 6 November 1972, ia secara resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
4. KH Agus Salim
KH Agus Salim lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884. Kiprahnya sebagai pejuang, politisi, jurnalis, hingga diplomat sangat berpengaruh pada masa awal kemerdekaan.
Agus Salim memulai perjalanan perjuangannya sebagai anggota Sarekat Islam (SI), salah satu organisasi dengan jumlah masa terbesar waktu itu. Pada tahun 1919, ia turut mendirikan Persatuan Pergerakan Kaum Buruh, yang berfokus pada perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.
Pada masa menjelang kemerdekaan Indonesia, ia menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan juga menjadi anggota Panitia Sembilan, yang berperan dalam penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Agus Salim meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 4 November 1954. Pengabdiannya kepada bangsa dan negara diakui oleh pemerintah, dan pada tanggal 27 Desember 1961, ia secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
5. KH Mas Mansyur
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!