Mengenal Tujuh Ulama Pahlawan Nasional

ED
Jumat, 5 Januari 2024 | 04:36 WIB
Bagikan
Mengenal Tujuh Ulama Pahlawan Nasional

Pada 23 Februari 1923, KH Ahmad Dahlan meninggal dunia di Yogyakarta. Ia dimakamkan di Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta.

Penghargaan tertinggi sebagai Pahlawan Nasional diberikan kepada beliau pada tanggal 27 Desember 1961 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam memajukan pendidikan dan sosial di Indonesia.

3. KH Zainal Mustofa

KH Zainal Mustafa merupakan sosok ulama pejuang kemerdekaan yang tidak hanya berjuang melalui pemikiran dan pendidikan di pondok pesantren, tetapi juga peperangan.

Ia lahir di Singaparna, Tasikmalaya pada tahun 1899. Pada tahun 1927, ia mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah yang diartikan sebagai tempat suka berpikir.

Periode 1940-1941 merupakan saat KH Zainal Mustafa intens melakukan serangan melawan penjajah Belanda. Dengan tegas, ia berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun, pada 17 November 1941, upaya perjuangannya terhenti saat ditangkap oleh tentara Belanda dan dipenjara di Sukamiskin.

Tidak mengubah sikapnya setelah Jepang menduduki Indonesia, KH Zainal Mustafa tetap tegas dan berani menentang penjajahan.

Pada 25 Februari 1944, ketika utusan tentara Jepang datang untuk meminta maaf atas sikap kerasnya, KH Zainal Mustafa menolak. Bahkan ia membunuh utusan Jepang tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.