IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

ED
Selasa, 1 November 2022 | 07:58 WIB
Bagikan
Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

Oleh Khotimi Bahri

Sekilas Gerakan Wahabi

WAHABI adalah gerakan puritanisme Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi (1115-1206 H / 1703-1792 M) dari Najd, Semenanjung Arabia. Istilah Wahabi telah dikenal semasa Ibn Abdul Wahab hidup, diantara yang menamakan gerakan ini sebagai gerakan wahabi adalah saudara kandung Muhammad Bin Abdul Wahab sendiri yaitu Sulaiman Bin Abdul Wahab. Kelompok ini menyatakan bahwa mereka bukanlah sebuah mazhab atau kelompok aliran Islam baru, tetapi hanya mengikuti seruan (dakwah) untuk mengimplementasikan ajaran Islam yang (paling) benar sesuai al-Qur’an dan Sunnah. Wahhabi gemar membuat daftar panjang keyakinan dan perbuatan yang dinilainya menyimpang, yang bila diyakini atau diamalkan akan segera mengantarkan seorang muslim berstatus kafir. Sikap kaku, skriptualis, fanatik buta, memahami agama tidak disertai metodologi pemahaman keagamaan sebagaimana dilakukan dan dirumuskan para ulama dari generasi ke generasi, sejak generasi salaf hingga kholaf menjadi trade mark mereka. Tak ayal semua yang berbeda tidak aman dari lebel bid'ah, sesat, kafir, dan menyalahi sunnah.

Merekapun membuat pemetaan sendiri secara rancu dan subyektif, mana amalan sunnah, mana yang tidak nyunnah. Mana masjid sunnah dan mana masjid yang bukan sunnah. Mana ustadz sunnah dan mana ustadz yang bukan sunnah. Lucunya, tidak jarang sesama mereka melakukan tahdzir dan saling menyesatkan akibat sikap kaku ini.

Pada perkembangannya, mereka merubah lebel menjadi kaum salafi untuk menghindari sorotan krusial terhadap gerakan wahabi. Dengan lebel salafi, seakan-akan mereka mengklaim sebagai generasi salaf, dan paling berpijak pada manhaj salaf, walau pada kenyataannya justru kaum wahabi inilah yang banyak menyalahi manhaj dan gerakan salaf (salafuna-sholeh) Metamorfosis penamaan ini terjadi, terutama, dengan masuknya Nashiruddin al-Albani dalam gerakan ini.

Bagaimanapun juga karakter gerakan dan pemahaman tidaklah bisa disembunyikan dibalik sebuah nama. Akhirnya kedua penyebutan itu digabung menjadi Salafi-Wahabi

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.