Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Mengenal Kamitetep, Serangga Kecil di Rumah yang Bikin Gatal

Desi Rossilawati
Minggu, 13 Juli 2025 | 00:00 WIB
Bagikan
Mengenal Kamitetep, Serangga Kecil di Rumah yang Bikin Gatal
VISI.NEWS | BANDUNG - Kamitetep mungkin terdengar asing, padahal serangga kecil ini sering menempel di dinding, kamar mandi, atau perabot rumah. Bentuknya mirip kotoran sehingga banyak orang tidak sadar jika ia sebenarnya adalah serangga hidup. Saat diamati, kamitetep akan bergerak perlahan dan menimbulkan rasa jijik. Menurut Sukirno, ahli entomologi UGM, kamitetep adalah larva ngengat Phereoeca uterella dari famili Tineidae. Masyarakat mengenalnya sebagai ulat tembok. Hewan ini hidup di kantong kecil berbentuk lonjong yang terbuat dari debu, serat kain, dan sisa serangga lain. Panjang tubuhnya sekitar 1–1,5 cm dan berwarna gelap. Kamitetep berkembang biak di tempat lembap dan kotor. Siklus hidupnya dari telur hingga menjadi ngengat dewasa memakan waktu 2–3 bulan, dan seekor betina bisa bertelur hingga 200 butir dalam seminggu. Larva ini memakan bahan organik seperti rambut manusia, sarang laba-laba, atau serat kain kotor. Banyak orang takut kamitetep karena dikira menggigit seperti tomcat. Namun, Sukirno menegaskan kamitetep tidak berbahaya dan tidak menggigit manusia. Yang menyebabkan gatal biasanya adalah kantong kamitetep yang kotor, terutama bagi orang yang memiliki alergi. Meski begitu, keberadaannya bisa merusak kain, karpet, dan perabot berbahan organik di rumah. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.