Menelisik Masa Depan NFT hingga Penurunan Bitcoin di Awal Oktober 2023
VISI.NEWS | BANDUNG - Non-Fungible Tokens (NFT) kembali menjadi perbincangan hangat setelah ada laporan dari DappGambl yang bertajuk "Dead NFTs: The Evolving Landscape of the NFT Market."
Dalam studi tersebut menyatakan bahwa kepopuleran NFT telah jatuh setelah menemukan 69.795 dari 73.257 koleksi NFT saat ini tidak memiliki nilai.
Di samping itu, pekan ini juga ramai dengan volatilitas Bitcoin (BTC) yang sempat melonjak tinggi harganya, namun tak lama tiba-tiba juga turun sekitar 5%. Peristiwa ini sedikit membuat para pelaku pasar skeptis dengan adanya momen 'Uptober' atau istilah kenaikan di bulan Oktober yang secara historis selalu terjadi dalam empat tahun terakhir.
Berkaitan dengan kabar tersebut, dari Tokocrypto menyajikan rangkuman berita di industri aset kripto dan ekosistemnya.
1. Masa Depan NFT: Apakah Era Kejayaannya Telah Berakhir?
Dalam beberapa tahun terakhir, NFT (Non-Fungible Tokens) telah menjadi salah satu topik paling hangat dalam dunia teknologi dan seni. Dari karya seni digital hingga barang koleksi, NFT telah memberikan keunikan dan otentikasi pada aset digital, memberi peluang bagi seniman dan kreator untuk mendapatkan pengakuan dan penghasilan yang layak.
Namun, seperti halnya setiap tren teknologi, ada kalanya puncak popularitasnya menyurut dan memunculkan pertanyaan: Apakah era kejayaan NFT telah berakhir?
Menurut laporan platform kripto dappGambl berjudul "Dead NFTs: The Changing Landscape of the NFT Market," dari sekitar 73.257 koleksi NFT yang diidentifikasi, hampir 69.795 di antaranya memiliki kapitalisasi pasar nol Ethereum (ETH). Artinya, sekitar 95% dari pemilik koleksi NFT ini melakukan investasi yang tidak memiliki nilai. Data ini juga mengindikasikan bahwa lebih dari 23 juta individu memiliki aset NFT yang tidak memiliki nilai.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!