Mendorong Penggunaan Sepeda Tanpa Mewajibkan Penggunaan Helm
Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan mengenai bersepeda dapat menentukan keberhasilan kebijakan dan investasi bersepeda. Proses perencanaan tidak boleh didominasi oleh pengemudi yang tidak suka bersepeda maupun pengendara sepeda yang sangat berpengalaman.
Sebaliknya, pembuat kebijakan dan perencana transportasi harus berupaya untuk melibatkan pengendara sepeda yang sudah ada dan calon pengendara sepeda dari segala usia, jenis kelamin, dan kemampuan serta terbuka untuk mendengarkan kekhawatiran, pengalaman, dan saran mereka.
Para perencana harus menggunakan pertimbangan mereka dalam menangani orang-orang yang memasang Not On My Street atau NOMS, sebuah sikap yang mengacu pada warga dan/atau pemilik usaha yang secara teori pro-sepeda namun dalam praktiknya menentang pemasangan jalur sepeda di sekitar mereka karena takut kehilangan parkir di jalan.
Meskipun sebagian besar kota – terutama kota-kota besar – masih tertinggal jauh dalam menjadikan bersepeda sebagai pusat sistem transportasi mereka, terdapat beragam strategi yang dapat diterapkan.
Tidak ada satu strategi pun yang dapat bekerja secara terpisah. Misalnya, membangun jalur bersepeda yang hanya menghubungkan dua tujuan atau meluncurkan skema berbagi sepeda di tempat yang tidak memiliki infrastruktur bersepeda tidak akan membantu.
Meskipun infrastruktur mempunyai peran penting, infrastruktur perlu dilengkapi dengan pendidikan dan kampanye peningkatan kesadaran, serta undang-undang dan anggaran yang pro-sepeda.***
- Dr Dorina Pojani adalah profesor perencanaan kota di Sekolah Arsitektur, Desain, dan Perencanaan di Universitas Queensland, Australia. Dia adalah penulis ‘Perencanaan Transportasi Perkotaan Berkelanjutan di Asia Tenggara’ (Springer, 2020).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!