Mencintai Rasulullah dengan Menghapal Hadist
“Tahun ini, justru kami sebagai dewan hakim kesulitan untuk memilih terbaik,” kata Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu. Di Indonesia, perlombaan hadits ini memang baru.
Namun, lanjut dia, musabaqah ini sudah sejak lama dilaksanakan di Timur Tengah. “Ke depan, anak-anaknya tidak hanya sekadar cerita. Tetapi, punya dasar dari hadits Nabi saw,” tandasnya.
Sementara itu, Rozin Nasrullah, peserta musabaqah al-Hadits, mengaku sudah belajar hadits mulai dari kitab al-Arba’in an-Nawawiyah. Mempelajari dan mendalami hadits dijalani secara serius olehnya bukan hanya karena musabaqah.
“Tetapi, juga karena pemahaman terhadapnya menjadi suatu hal yang sangat penting. Hadits tentunya salah satu sandaran dalam beragama selain Al-Qur’an,” tuturnya.
@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!