Menag: Isra Mikraj Momentum Perkuat Keluarga dan Naik Kelas dalam Beragama
“Ini menunjukkan bahwa keluarga adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang beradab dan bangsa yang besar,” ujarnya.
Lebih jauh, Nasaruddin menguraikan makna Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual dari masjid ke masjid. Ia menegaskan bahwa pesan utama peristiwa tersebut adalah menjadikan seluruh ruang kehidupan sebagai bagian dari ibadah.
“Rumah kita harus menjadi masjid, kantor kita harus menjadi masjid, dan setiap ruang aktivitas kita harus menjadi tempat sujud kepada Allah SWT,” tutur Nasaruddin .
Ia juga mengingatkan bahwa salat merupakan mi’raj bagi orang beriman, yang tidak hanya melibatkan gerakan fisik, tetapi juga kesadaran batin.
“Salat itu bukan sekadar ritual. Salat adalah mi’rajnya orang beriman, tempat kita benar-benar bersujud dengan seluruh kesadaran diri,” jelasnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Nasaruddin mengajak umat Islam menjadikan Rajab dan Syaban sebagai fase persiapan spiritual dan penguatan keluarga.
“Rajab dan Syaban adalah masa pemanasan spiritual. Mari kita gunakan untuk taubat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat hubungan keluarga,” imbaunya.
Nasaruddin juga menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi justru semakin menguatkan kebenaran nilai-nilai Al-Qur’an.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!