Membangun Masyarakat Rendah Karbon dan Cerdas dengan Inovasi Teknologi
Ke depan, kami akan terus menjalankan inovasi teknologi berikut:
Pertama, kami akan ikut menciptakan sistem listrik baru yang sebagian besar bergantung pada energi terbarukan. Di Provinsi Qinghai, Tiongkok, kami telah membantu Huanghe Hydropower Development membangun basis energi terbarukan yang terbesar di dunia dengan memakai tenaga bayu, surya, dan air. Jalur transmisi listrik bertegangan sangat tinggi (ultra-high voltage) memasok listrik bersih bagi rumah tangga yang berjarak ribuan kilometer. Misalnya, sebuah pembangkit listrik PV 2,2 GW memiliki lebih dari lima juta modul PV di lahan seluas 56 km persegi, dan menghasilkan listrik bersih hampir lima miliar kWh setiap tahun. Proyek ini juga meningkatkan ekosistem lokal, membuktikan teknologi dapat hidup selaras dengan alam.
Kedua, digitalisasi energi, kami akan membangun digital twin di dunia energi. Teknologi digital akan mewujudkan kegiatan produksi energi, transmisi, transaksi, dan konsumsi listrik yang lebih cerdas.
Ketiga, berkat teknologi digital, kami mengubah pengalaman dan keselamatan berkendara di segmen kendaraan listrik (EV). Bahkan, EV mengungguli performa kendaraan berbahan bakar fosil dalam hal akselerasi, stabilitas, dan keselamatan. Misalnya, setelah daya baterainya diisi ulang selama 10 menit, EV dapat dikendarai sejauh 200 km.
Keempat, kita akan membutuhkan pusat data dan jaringan komunikasi yang ramah lingkungan dan rendah karbon. Dengan demikian, setiap watt listrik mampu mendukung daya komputasi dan koneksi yang lebih besar. Tujuannya, infrastruktur TIK akan menjadi mesin penggerak ekonomi digital yang ramah lingkungan.
Kelima, melalui solusi energi cerdas yang terintegrasi, kami dapat menyatukan sumber listrik, jaringan transmisi, beban, dan penyimpanan listrik guna membangun gedung dan perkantoran rendah karbon. Hal ini kelak menghemat biaya energi dan menambah efisiensi energi. Di Distrik Futian, Shenzhen, Huawei Digital Power telah membangun kampus baru Antuoshan, kampus terbesar di dunia yang mendekati jejak karbon nol. Kampus ini segera dibuka pada 2022. Setelah beroperasi, kampus ini akan menghasilkan listrik ramah lingkungan sebesar 1,5 juta kWh setiap tahun, sementara, konsumsi listrik tahunannya akan menurun dari lebih dari 14 juta kWh menjadi 7 juta kWh.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!