Membangun Kerja Sama Strategis, Indonesia dan Afrika Bahas Potensi Besar di IAPF
Kedua, Retno menekankan pentingnya parlemen dalam memperluas kerja sama di bidang-bidang strategis seperti kesehatan, ketahanan pangan, perdagangan, investasi, energi, dan pertambangan. Potensi kerja sama ini, menurut Retno, sangat besar dan perlu dimaksimalkan.
Ketiga, Retno menegaskan pentingnya meningkatkan solidaritas Global South untuk mendorong agenda pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi negara-negara berkembang. Solidaritas ini, menurutnya, harus disertai dengan platform inklusif yang memungkinkan kolaborasi antara Utara dan Selatan, selaras dengan visi Semangat Bandung 1955.
Menutup pidatonya, Menlu Retno mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kemitraan parlemen yang kuat guna mencapai tujuan bersama berupa perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan bagi semua.
IAPF 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024 dan Indonesia-Africa Forum (IAF) kedua yang diselenggarakan pada 1-3 September 2024. Forum parlemen ini berlangsung di Nusa Dua, Bali, dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2024, dihadiri oleh 43 Ketua dan Anggota Parlemen dari 15 negara di Afrika, dengan tema "Forging Indonesia–Africa Parliamentary Partnership for Development." @maulana
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!