Mematahkan Lima Miskonsepsi demi Mempercepat Pembangunan Hijau

ED
Selasa, 1 Maret 2022 | 10:26 WIB
Bagikan
Mematahkan Lima Miskonsepsi demi Mempercepat Pembangunan Hijau

VISI.NEWS | BARCELONA - Huawei mengadakan acara Day0 Forum "Lighting up the Future" menjelang MWC22 Barcelona. Dalam acara ini, Chief Marketing Officer, Huawei Carrier, Dr. Philip Song, memberikan sebuah paparan berjudul "Five Misconceptions of Green Development". Dia berkata, "Pembangunan hijau adalah istilah populer. Seperti teori klasik Newton tentang relativitas, tren pembangunan hijau akan mengarah pada jalur yang berlika-liku antara miskonsepsi dan fakta. Kita harus mematahkan lima miskonsepsi ini sesegera mungkin demi mempercepat pembangunan hijau di industri TIK."

Miskonsepsi 1: Industri TIK berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon

Menurut laporan "SMARTer2030" terbitan GeSI, kontribusi industri TIK terhadap emisi karbon global hanya diperkirakan sebesar 1,97% pada 2030. Lebih penting lagi, industri-industri lain diprediksi menurunkan emisi karbonnya sendiri sebesar 20% dengan memanfaatkan teknologi TIK, angkanya bahkan 10 kali lipat lebih besar ketimbang emisi karbon yang dihasilkan industri TIK. Penurunan karbon sekunder ini dijuluki carbon handprint. Angka carbon handprint telah membuat infrastruktur TIK semakin menjadi prioritas dalam banyak strategi nasional. Huawei sendiri memperkirakan, 1 YB data global akan tersimpan pada komputasi awan pada 2030. Artinya, 150 juta emisi karbon dapat dihemat setiap tahun jika infrastruktur saat ini dilengkapi teknologi transmisi data yang lebih ramah lingkungan, dan seluruhnya terbuat dari serat optik. Penurunan karbon ini setara dengan menanam 200 juta pohon—luas area pepohonan yang dapat menyelimuti seluruh wilayah Eropa dengan kawasan hutan.

Miskonsepsi 2: Trennya mengarah pada fokus yang berlebihan dalam emisi karbon pada rantai pasok, penghasil emisi karbon terbesar untuk peralatan jaringan telekomunikasi

Seperti yang dipaparkan Dr. Song, jika kita mengamati seluruh siklus alat-alat jaringan telekomunikasi, hanya 2% emisi karbon yang dihasilkannya ketika alat-alat ini diproduksi, sedangkan, 80-95% emisi karbon timbul saat alat-alat ini digunakan. Maka, Dr. Song mengemukakan, kunci penurunan emisi karbon di industri TIK terletak pada penggunaan teknologi inovatif yang menambah efisiensi energi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.