Memaknai Debat di Belantara Hutan Demokrasi
Hal itu bisa meliputi gender, jenis kelamin, orientasi seksual, suku, ras, agama, warna kulit, bentuk mata, dan lain semacamnya sehingga debat menjadi tak substansial serta cenderung menjadi perundungan, penghinaan, caci maki dan penghujatan. Untuk itulah koridor budaya bisa bicara untuk mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang luhur yang senantiasa menjaga marwah dan kehormatan lawan bicara, bahkan lawan politik sekalipun. Lawan politik bukanlah musuh yang harus diperangi, melainkan mitra berdemokrasi sehingga demokrasi berkembang dan semakin dewasa.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!