Melalui DEWG, Kominfo Konsolidasikan Isu Digital Presidensi G20 Indonesia untuk Wujudkan Pemulihan yang Tangguh

ED
Rabu, 9 Maret 2022 | 07:45 WIB
Bagikan
Melalui DEWG, Kominfo Konsolidasikan Isu Digital Presidensi G20 Indonesia untuk Wujudkan Pemulihan yang Tangguh

VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengundang pemangku kepentingan untuk membahas dan mengonsolidasi isu digital dalam Presidensi G20 Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba, menyatakan bahwa konsolidasi diperlukan untuk mengidentifikasi kesepahaman dan menjawab tantangan dalam sektor digital untuk mewujudkan pemulihan yang tangguh.

Digital Economy Working Group (DEWG) menginisiasi melting pot antara Working Group (WG), Engagement Group (EG), National Knowledge Partner, dan National Strategic Stakeholders. Workshop ini juga akan menjadi pengejawantahan peran DEWG sebagai leading sector untuk isu prioritas Digital Based Transformation dalam Presidensi G20 Indonesia,” jelas Sekjen Mira Tayyiba dalam pembukaan 1st Internal Workshop DEWG G20 “Achieving a Resilient Recovery: Working Together for a More Inclusive, Empowering and Sustainable Digital Transformation", yang berlangsung hibrida dari Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (08/03/2022).

Sekjen Mira Tayyiba yang juga menjadi Chair DEWG G20 menyatakan bahwa selama dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 membuat keberadaan teknologi digital menjadi penopang kehidupan dan terciptanya solusi inovatif. Menurutnya, Indonesia patut bangga karena selama pandemi, valuasi ekonomi digital Indonesia mencapai USD 70 Miliar di tahun 2021 berdasarkan angka Gross Merchandise Value (GMV). Bahkan, angka itu diprediksi akan meningkat hingga USD 146 Milliar pada tahun 2025.

“Selain itu, setidaknya terdapat tambahan 5 startup Indonesia berhasil meraih status unicorn di tahun 2021. Sektor-sektor seperti edutech dan healthtech juga mengalami perkembangan pesat di tengah pandemi,” ujarnya.

Sekjen Kementerian Kominfo menekankan bahwa walau Indonesia patut bangga akan prestasinya, situasi ini juga menggarisbawahi tantangan-tantangan dalam sektor digital, misalnya risiko kesenjangan digital, minimnya kecakapan dalam memahami dan menggunakan teknologi digital, serta keamanan data dan arus data lintas batas negara yang semakin deras.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.