Megawati Soekarnoputri: Berani Marahi Gubernur dari Partai Sendiri, Diam untuk Gubernur Lain
VISI.NEWS |JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan bahwa dirinya tidak berani memarahi gubernur yang bukan berasal dari partainya. Namun, ia tidak segan-segan memarahi gubernur yang merupakan kader partainya. Pernyataan ini disampaikan Megawati dalam agenda penyerahan bendera pusaka kepada seluruh kepala daerah yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Balai Samudra, Jakarta.
Megawati menegaskan, “Itu gubernur saya, Sulut itu, Olly Dondokambey. Kali dia pusing juga lihat aku marah-marah. Untuk apa aku jadikan kamu gubernur? Gitu karena dia orang kita, orang saya. Tapi kalau yang lain nggak berani, diem aja," katanya di hadapan seluruh gubernur dan penjabat gubernur yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga merasa perlu mengungkapkan isi hati dan pikirannya. Dia menyatakan keingintahuannya mengenai apa yang akan terjadi jika ia marah kepada gubernur yang bukan dari kader partainya. “Tapi lama-lama kok saya mikir, 'nggak ada gua barang antik, gua ngomong aja, ingin tahu reaksinya. Paling juga mau ditangkap, ditangkapnya sama sopo no? Polisi? Kan saya udah bilang, ntar gua datengin dah Kapolrinya. Gitukan susah amat sih," jelasnya.
Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa Kapolri juga merupakan bagian dari Republik Indonesia dan seharusnya bertindak dengan adil dan berperikemanusiaan. "Lho iya dia juga kan, aduh ilah. Kapolri itu juga bagian dari Republik Indonesia, mosok mau nangkepi orang wae, nangkepinya yang bener no, jangan pilih kasih no. Berkeadilan dengan peri kemanusiaan gitu loh. Terus mau diapain," sambungnya.
Megawati juga mengungkapkan pandangannya tentang kebanyakan orang yang cenderung mencari keselamatan pribadi dan memilih untuk ikut arus. "Karena sepertinya suasana kebatinan yang saya lihat, semua orang kayaknya tuh 'ah cari selamat' 'ah lebih baik kita ikut saja' 'ah tidak peduli, biar saja'. Saya nggak bisa, karena bapak ibu saya itu petarung, tahu nggak? Ibu saya mana mungkin kalau dianya cengeng berani suruh bikin bendera," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!