McDonald's Malaysia Gugat Gerakan Boikot Israel, Minta Ganti Rugi Rp 20 Miliar
Malaysia adalah negara pendukung Palestina dan memiliki hubungan diplomatik yang tegang dengan Israel. Seperti di beberapa negara Muslim lainnya, sejumlah merek makanan cepat saji Barat di Malaysia tidak luput menjadi sasaran kampanye boikot Israel yang menyerang Jalur Gaza. Kampanye ini dipicu oleh konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas pada November 2023, yang menewaskan lebih dari 250 orang, sebagian besar di Gaza.
McDonald's Malaysia adalah salah satu dari lebih dari 100 waralaba McDonald's di seluruh dunia yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra lokal. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 300 restoran di Malaysia dan mempekerjakan lebih dari 12.000 orang. McDonald's Malaysia mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam kegiatan politik atau agama apa pun dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan mereka.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!