MBG Jadi Senjata Prabowo Cetak Generasi Emas dan 3 Juta Lapangan Kerja

ED
PN
Kamis, 4 Juni 2026 | 05:42 WIB
Bagikan
MBG Jadi Senjata Prabowo Cetak Generasi Emas dan 3 Juta Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di SICC, Bogor, Jabar, pada Rabu (3/6/2026). /bpmi setpres

VISI.NEWS | BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan memperkuat perekonomian nasional hingga ke tingkat desa.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara *Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition* yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Menurut Presiden, program MBG lahir dari realitas yang masih dihadapi jutaan anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan tidak mendapatkan asupan makanan bergizi secara cukup di rumah.

“Makan Bergizi Gratis ini konsepnya sangat sederhana. Kenyataannya, kita menemukan bahwa sebagian anak-anak kita setiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi. Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergizi,” ujar Prabowo.

Kekurangan Gizi Masih Jadi Ancaman Serius

Presiden mengungkapkan bahwa masalah kekurangan gizi masih menjadi tantangan besar di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan di beberapa wilayah, angka anak yang mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 persen dan mendekati 30 persen.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Ada bagian-bagian negara kita yang lebih dari 20 persen, mendekati 30 persen anak-anak kita kurang gizi. Yang terjadi adalah stunting, sel otak kurang berkembang, sel otot kurang berkembang, dan tulang kurang berkembang,” kata Presiden.

Prabowo menegaskan bahwa stunting dan kekurangan gizi bukan hanya persoalan kesehatan semata. Dampaknya jauh lebih luas karena dapat menghambat kemampuan anak dalam belajar, berkembang, dan memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.

Menghambat Masa Depan Anak Bangsa

Presiden mengaku selama bertahun-tahun turun langsung ke berbagai daerah dan melihat sendiri bagaimana anak-anak yang mengalami kekurangan gizi kesulitan berkembang sesuai potensinya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membatasi kemampuan anak untuk mengenyam pendidikan yang layak hingga memperoleh pekerjaan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

“Artinya dia tidak akan berkembang sesuai potensi sebagai manusia normal. Kemampuannya menjadi di bawah normal. Kadang-kadang untuk lulus SD saja susah. Bahkan mungkin dia tidak bisa menggantikan pekerjaan bapaknya sebagai petani, buruh harian, atau nelayan,” ungkapnya.

Karena itu, Prabowo menilai Program MBG dan keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peran yang sangat strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

Presiden menjelaskan bahwa program pemberian makanan bergizi kepada anak-anak bukanlah konsep baru. Banyak negara maju telah menerapkan kebijakan serupa sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka.

Menurut Prabowo, keberhasilan program tersebut di berbagai negara menjadi salah satu alasan pemerintah Indonesia menjadikannya sebagai prioritas nasional.

“Program ini sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita,” tegasnya.

Mendorong Kebangkitan Ekonomi Desa

Selain meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, Presiden meyakini Program MBG akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di kawasan pedesaan.

Melalui ribuan dapur MBG yang akan beroperasi di seluruh Indonesia, kebutuhan bahan pangan akan meningkat secara signifikan. Hal ini membuka peluang besar bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro untuk menjadi pemasok utama kebutuhan program.

Prabowo menilai skema tersebut akan menciptakan rantai ekonomi baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Kalau dapur-dapur berhasil dan program ini berjalan dengan benar, ekonomi desa akan hidup. Petani akan meningkat penghasilannya, tidak diganggu tengkulak, dan hasil keringat mereka bisa diserap serta dibeli dengan baik,” tuturnya.

Target 85 Juta Penerima Manfaat

Presiden mengungkapkan bahwa pada puncak pelaksanaannya nanti, Program MBG ditargetkan mampu menjangkau antara 83 hingga 85 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 30 ribu dapur MBG yang akan beroperasi secara bertahap di berbagai daerah.

Prabowo optimistis program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang sangat besar.

“Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 83 sampai 85 juta orang. Dengan 30 ribu dapur berjalan baik, kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan nyata di ekonomi pedesaan,” katanya.

Salah satu dampak terbesar yang diproyeksikan dari Program MBG adalah penciptaan lapangan kerja dalam jumlah masif.

Presiden memperkirakan program tersebut mampu menghadirkan sekitar 3 juta lapangan pekerjaan baru yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pengelolaan dapur, distribusi logistik, pertanian, peternakan, perikanan, hingga usaha kecil menengah di daerah.

“Artinya ada sekitar 3 juta lapangan kerja. Uang yang beredar di desa akan sangat besar,” ujar Prabowo.

Optimistis Program Berhasil

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia menuju negara maju.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup jutaan anak Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang mampu menggerakkan roda pembangunan hingga ke pelosok desa.

“Saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil,” tandas Presiden.

Dengan target puluhan juta penerima manfaat, puluhan ribu dapur operasional, dan jutaan lapangan kerja baru, Program Makan Bergizi Gratis kini diposisikan sebagai salah satu proyek sosial-ekonomi terbesar dalam sejarah Indonesia yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.