Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Mayoritas Kripto Menguat, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 63.271 Triliun

Desi Rossilawati
Jumat, 8 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Bagikan
Mayoritas Kripto Menguat, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 63.271 Triliun

Glassnode mencatat bahwa volume keuntungan yang direalisasikan telah turun tajam dari USD 2 miliar pada Desember 2024 menjadi hanya USD 1 miliar pada tahun 2025.

Peningkatan Permintaan

Tingkat pengambilan keuntungan oleh pemegang jangka pendek juga menurun hingga 45%, jauh di bawah ambang batas netral historis sebesar 50%. Ini menandakan bahwa pasar berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

“Jika Bitcoin mampu menembus USD 116.000 yang merupakan rata-rata biaya pembelian investor bulan lalu hal ini bisa menjadi sinyal bahwa sisi permintaan kembali menguat,” tulis Glassnode.

Meski demikian, tren ini belum sepenuhnya menegaskan kembalinya momentum bullish. Pasokan keuntungan bagi pemegang jangka pendek dilaporkan menurun dari 100% menjadi 70% selama koreksi terbaru.

Tanpa adanya peningkatan permintaan yang cepat, kepercayaan investor bisa melemah dan mendorong aksi jual hingga menyentuh USD 106.000 yang menjadi rata-rata harga beli kelompok pemegang jangka pendek.

“Penurunan ke kisaran USD 105.000 hingga USD 107.000 masih dapat dianggap sebagai koreksi sehat dalam tren naik Bitcoin yang lebih luas,” ujar Daniel Liu, CEO Republic Technologies, kepada Decrypt. @desi

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.