Mati Syahid Tidak Menghapus Dosa Utang, Ini Peringatan Rasulullah SAW
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 19 Juli 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Bagi seorang muslim, mati syahid adalah puncak kemuliaan hidup. Syahid berarti wafat di jalan Allah SWT, dijanjikan ampunan dan surga tanpa hisab. Namun, tahukah kita, ada satu dosa yang tak akan terhapus bahkan oleh kemuliaan syahid sekalipun? Dosa itu adalah utang.
Utang merupakan hak sesama manusia yang harus ditunaikan. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang mati syahid itu diampuni segala dosanya kecuali utang." (HR Muslim)
Mengapa utang begitu berat dosanya? Sebab, utang adalah hak manusia, bukan hanya hak Allah SWT. Utang yang belum dibayar akan menjadi penghalang masuk surga, meski tanpa bunga sekalipun. Rasulullah SAW bahkan selalu berdoa agar dilindungi dari utang dan kekufuran, menegaskan betapa berbahayanya dosa ini.
Beliau bersabda:
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ
BACA JUGA
Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur
لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
"Sungguh kalian pasti menunaikan hak-hak kepada pemiliknya pada hari kiamat. Hingga dituntut balas (qisas) untuk kambing tidak bertanduk dari kambing bertanduk yang dahulu menanduknya." (HR Muslim) Hadits ini menegaskan bahwa semua hak akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Jika utang kepada manusia saja harus dibayar di akhirat, apalagi kepada Allah SWT. Maka dari itu, jangan menunda membayar utang. Berniatlah melunasi utang dengan segera, sebelum ajal menjemput. Jangan sampai amal ibadah yang kita kumpulkan seumur hidup terhalang hanya karena utang yang tak kita lunasi. Semoga Allah SWT menjaga kita dari beban utang dan memudahkan pelunasannya. Utang bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan tanggung jawab iman. Wallahu a’lam. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!