Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026

Marak Begal, Ojol Bandung Kurangi Jam Malam

Desi Rossilawati
Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:31 WIB
Bagikan
Marak Begal, Ojol Bandung Kurangi Jam Malam

Para pengemudi ojek online (ojol)./visi.news/ist.

"Edukasi ke teman-teman karena kan kita sayang lah ke teman-teman ini jangan sampai lagi musim-musim begal seperti ini. Teman-teman untuk secara on-beatnya dimohon untuk mungkin agak siang lah kalau misalkan sampai malam pun itu hanya jam 9-10 malam," lanjutnya.

Selain mengurangi jam operasional malam, HDBR juga menganjurkan anggotanya membawa alat pertahanan diri nonmematikan, seperti cairan pedas berbahan campuran cabai. Langkah tersebut disebut hanya sebagai upaya berjaga-jaga apabila menghadapi ancaman di lapangan.

"Betul, bahwa bukan hanya cairan pedas memang kita anjurkan untuk jaga-jaga seperti itu. Jangan sampai juga lah membawa senjata tajam seperti layaknya begal. Kalau mereka membawa benda itu hanya benda-benda tumpul saja," ujar Iyan.

Ia menjelaskan cairan pedas yang dimaksud merupakan racikan sederhana dari serbuk cabai. Menurutnya, HDBR tidak menganjurkan anggotanya membawa senjata tajam agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

"Kalau itu sudah dari serbuk campuran dari cabai sebagai jaga-jaga saja sih. Kalau untuk sajam tentunya kita tidak dibolehkan, tidak dianjurkan. Benda-benda tumpul sekiranya yang mampu bisa disimpan di bagasi ataupun di badan itu silakan saja lah untuk jaga-jaga diri," katanya.

Iyan menambahkan, maraknya aksi begal juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang yang menggunakan jasa ojol pada malam hari. Banyak masyarakat memilih membatasi aktivitas di luar rumah karena khawatir menjadi korban kejahatan.

"Jelas, jelas. Jadi khususnya untuk di order penumpang ya memang agak menurun lah. Kalau untuk yang lainnya normal-normal saja sih. (Turun) bisa sampai ke 30-40 persen untuk di musim-musim seperti ini untuk penumpang," ujarnya.

Ia pun mengingatkan seluruh pengemudi ojol di Bandung Raya agar selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja dan meningkatkan kewaspadaan ketika menerima pesanan, terutama pada malam hari.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.