Malaysia dan WEF Memimpin Lompatan Berikutnya ASEAN dalam Tata Kelola AI dan Inovasi Industri
- Menggerakkan Powering the Intelligent Age Summit Mengumumkan Jaringan Keamanan AI ASEAN dan White Paper AI Berkelanjutan, Menyelaraskan Kolaborasi Regional dengan Keberlanjutan dan Kepercayaan.
VISI.NEWS | KUALA LUMPUR - Kementerian Digital, melalui Malaysia Centre for the Fourth Industrial Revolution (MYCentre4IR), bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF), hari ini menyelenggarakan Powering the Intelligent Age: Driving Innovation with Southeast Asia and Beyond Summit di Sasana Kijang. Acara ini bertujuan untuk memperdalam kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan transformasi industri bersih. Acara ini juga menandai pencapaian penting dalam Kepemimpinan ASEAN Malaysia, yang memposisikan negara ini sebagai fasilitator dialog regional dalam tata kelola teknologi dan inovasi, dengan fokus kuat pada transformasi digital dan agenda transisi energi yang lebih luas di kawasan tersebut.
Summit ini dihadiri oleh lebih dari 400 delegasi dari 14 negara, termasuk pembuat kebijakan senior, tokoh korporat, peneliti, dan pendiri startup. Representasi yang luas dari sektor digital dan energi ASEAN, bersama dengan mitra pembangunan dan pakar industri, mencerminkan kolaborasi yang kuat antara sektor publik, swasta, dan internasional dalam memajukan adopsi teknologi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di seluruh ASEAN.
Salah satu sorotan utama dari summit ini adalah pengumuman tentang ASEAN AI Safety Network (ASEAN AI Safe), sebuah Deliverable Ekonomi Prioritas untuk Kepemimpinan ASEAN Malaysia. Diharapkan untuk berpusat di Kuala Lumpur, Jaringan ini menghubungkan pembuat kebijakan, peneliti, dan pelaku industri untuk memajukan adopsi AI yang aman dan inklusif. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya lebih luas Malaysia untuk memposisikan ASEAN sebagai pusat inovasi yang dapat dipercaya secara global dan sebagai pusat transformasi digital yang bertanggung jawab.
YB Gobind Singh Deo, Menteri Digital, mengatakan, "Malaysia ingin menjadi Negara AI pada tahun 2030, didukung oleh tata kelola yang dapat dipercaya, pengembangan talenta yang inklusif, dan investasi yang mendorong dampak ekonomi nyata. Sebagai Ketua ASEAN, kami fokus pada pembangunan kerangka kolaboratif yang memastikan teknologi diterapkan dengan aman, transparan, dan untuk kepentingan semua komunitas. ASEAN AI Safe menandai langkah penting ke depan, tetapi ini hanya salah satu bagian dari misi kami yang lebih besar untuk menciptakan ekosistem di mana inovasi dan akuntabilitas berjalan bersama."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!