Malam Beku di Lingkar Arktik: Manchester City Runtuh oleh Keberanian Bodo/Glimt
Sorotan juga mengarah ke lini belakang City. Absennya Ruben Dias dan Josko Gvardiol akibat cedera membuat pertahanan City kehilangan pemimpin. Bek muda Max Alleyne kembali menjalani laga sulit setelah terlibat dalam dua gol cepat Bodo/Glimt di babak pertama.
Guardiola menyinggung kondisi skuadnya yang belum ideal.
“Kami kehilangan pemain penting di lini belakang,” kata Guardiola.
“Ketika itu terjadi, kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar,” ujarnya.
Di lini depan, penurunan ketajaman City semakin terasa. Erling Haaland menjalani malam frustrasi di tanah kelahirannya, gagal memaksimalkan dua peluang emas di babak pertama. Gol hiburan City melalui Rayan Cherki pada menit ke-60 sempat memberi harapan, sebelum kartu merah Rodri mematikan momentum kebangkitan.
Sebaliknya, bagi Bodo/Glimt, kemenangan ini menjadi malam bersejarah. Klub asal Norwegia tersebut meraih kemenangan perdana mereka di Liga Champions dengan pendekatan berani dan disiplin tinggi, bahkan nyaris menang dengan skor lebih besar setelah dua gol dianulir dan satu peluang membentur mistar.
“Kami bermain tanpa rasa takut,” kata pelatih Bodo/Glimt.
“Kami tahu kualitas mereka, tapi kami juga percaya pada cara bermain kami sendiri,” ucapnya.
Kekalahan ini menegaskan bahwa Manchester City masih berada dalam fase pencarian solusi. Ketika gol Haaland mengering dan kesalahan di belakang terus berulang, pertanyaan besar kembali mengemuka di tengah musim yang kian menuntut konsistensi.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!