Malam Beku di Lingkar Arktik: Manchester City Runtuh oleh Keberanian Bodo/Glimt
VISI.NEWS|BANDUNG -Malam dingin di Lingkar Arktik berubah menjadi tragedi bagi Manchester City. Bertandang ke markas Bodo/Glimt, City tak hanya kalah 1-3 pada lanjutan Liga Champions, tetapi juga kehilangan arah permainan, disiplin, dan stabilitas tim, Rabu (21/1/2026) dini hari.
Alih-alih bangkit dari kekalahan derby akhir pekan lalu, skuad asuhan Pep Guardiola justru terperangkap dalam permainan terbuka yang tidak pernah benar-benar mereka kuasai. Tempo tinggi tuan rumah dan keberanian menyerang sejak menit awal membuat City kesulitan mengontrol jalannya laga.
Tekanan beruntun Bodo/Glimt menghasilkan dua gol cepat sebelum jeda. Penyerang Denmark Kasper Hogh memanfaatkan celah besar di jantung pertahanan City untuk membawa tuan rumah unggul 2-0, skor yang mencerminkan rapuhnya organisasi bertahan tim tamu.
Selepas turun minum, situasi tak kunjung membaik. Bodo/Glimt kembali menghukum City lewat gol Jens Petter Hauge dari skema serangan terbuka, menegaskan dominasi tuan rumah dan membuat Etihad seolah terasa sangat jauh.
Pep Guardiola tidak menampik bahwa timnya tampil jauh dari standar yang diharapkan.
“Kami tidak cukup stabil, terutama ketika kehilangan bola,” kata Guardiola.
“Kami memberi terlalu banyak ruang dan di level ini, itu akan selalu dihukum,” lanjutnya.
Masalah City semakin nyata ketika Rodri harus meninggalkan lapangan setelah menerima dua kartu kuning hanya dalam waktu 58 detik di babak kedua. Ketergantungan City terhadap sang gelandang bertahan kembali terlihat jelas, terlebih Rodri masih dalam proses pemulihan performa pasca cedera panjang.
“Rodri masih dalam proses kembali ke level terbaiknya,” ujar Guardiola.
“Kami tahu ini akan membutuhkan waktu dan malam ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan tim,” ucapnya.
Sorotan juga mengarah ke lini belakang City. Absennya Ruben Dias dan Josko Gvardiol akibat cedera membuat pertahanan City kehilangan pemimpin. Bek muda Max Alleyne kembali menjalani laga sulit setelah terlibat dalam dua gol cepat Bodo/Glimt di babak pertama.
Guardiola menyinggung kondisi skuadnya yang belum ideal.
“Kami kehilangan pemain penting di lini belakang,” kata Guardiola.
“Ketika itu terjadi, kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar,” ujarnya.
Di lini depan, penurunan ketajaman City semakin terasa. Erling Haaland menjalani malam frustrasi di tanah kelahirannya, gagal memaksimalkan dua peluang emas di babak pertama. Gol hiburan City melalui Rayan Cherki pada menit ke-60 sempat memberi harapan, sebelum kartu merah Rodri mematikan momentum kebangkitan.
Sebaliknya, bagi Bodo/Glimt, kemenangan ini menjadi malam bersejarah. Klub asal Norwegia tersebut meraih kemenangan perdana mereka di Liga Champions dengan pendekatan berani dan disiplin tinggi, bahkan nyaris menang dengan skor lebih besar setelah dua gol dianulir dan satu peluang membentur mistar.
“Kami bermain tanpa rasa takut,” kata pelatih Bodo/Glimt.
“Kami tahu kualitas mereka, tapi kami juga percaya pada cara bermain kami sendiri,” ucapnya.
Kekalahan ini menegaskan bahwa Manchester City masih berada dalam fase pencarian solusi. Ketika gol Haaland mengering dan kesalahan di belakang terus berulang, pertanyaan besar kembali mengemuka di tengah musim yang kian menuntut konsistensi.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!