Makanan Bergizi Gratis Dievaluasi, BGN Fokuskan Keamanan dan Mutu
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 25 April 2025 | 17:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan melarang pihak sekolah membersihkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah insiden keracunan makanan, seperti yang terjadi di Kabupaten Cianjur, agar tidak terulang kembali.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa mulai saat ini seluruh sisa makanan MBG harus dibawa dan dianalisis di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), bukan dibuang di sekolah. Keputusan ini diambil setelah sisa makanan yang diduga menyebabkan keracunan di Cianjur sempat dibersihkan lebih dulu sehingga tidak bisa diuji di laboratorium.
Ia menambahkan bahwa evaluasi program MBG dilakukan setiap hari pukul 16.00 WIB, mencakup layanan bagi lebih dari 3 juta anak di seluruh Indonesia melalui 1.079 SPPG aktif.
"Kami ingin zero incident, tapi dengan jumlah layanan sebesar itu, pasti ada tantangan. Karena itu, perbaikan SOP dilakukan terus menerus," ujar Dadan di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Dalam rangka peningkatan mutu layanan, pelatihan ulang bagi seluruh pegawai SPPG di Cianjur akan dilakukan pada akhir pekan ini. Selain itu, BGN menetapkan dua poin penting dalam penyempurnaan SOP:
1. Penggunaan wadah plastik akan dihentikan, diganti dengan bahan yang lebih aman seperti stainless steel.
2. Alur bahan makanan masuk dan keluar di dapur SPPG harus dipisahkan, demi mencegah risiko kontaminasi silang.
Dadan menekankan bahwa BGN tak hanya bertujuan menyelesaikan insiden, melainkan membangun sistem pangan sekolah yang aman dan berkelanjutan.
"Kami tidak hanya ingin menyelesaikan kasus, tapi membangun sistem pangan sekolah yang kuat dan terpercaya ke depan," ungkapnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!