Mahfud MD Sebut Tiga Pilar Penting dalam Reformasi Polri
VISI.NEWS | JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkapkan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam reformasi Polri. Hal ini disampaikan Mahfud dalam acara yang digelar di Universitas Andalas (UNAND), Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (26/9). Tiga pilar yang dimaksud, yakni aspek struktural, instrumental, dan kultur institusi.
Mahfud mengawali penjelasannya dengan menyoroti pentingnya perubahan pada struktur kelembagaan Polri. Ia menjelaskan, aspek ini mencakup organisasi dan hierarki dalam tubuh kepolisian, yang harus dapat diubah agar lebih responsif dan efektif dalam menjalankan tugas. Namun, Mahfud mengingatkan bahwa perubahan struktural ini perlu dilakukan secara hati-hati dan bertahap.
Pilar kedua yang disorot Mahfud adalah reformasi pada sisi instrumental, yaitu aturan-aturan yang ada di dalam Polri. Menurutnya, meskipun aturan di tubuh Korps Bhayangkara sudah cukup baik, ada beberapa aspek yang masih perlu pembaruan agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Hal ini termasuk revisi regulasi yang dirasa sudah tidak lagi relevan atau efektif.
“Reformasi pada sisi instrumental ini juga penting agar Polri lebih profesional dan mampu mengatasi tantangan baru dalam tugasnya,” ujar Mahfud. Ia menambahkan bahwa meskipun sudah ada berbagai regulasi yang baik, perbaikan yang bersifat teknis masih diperlukan untuk memaksimalkan kinerja kepolisian.
Namun, Mahfud lebih menekankan pentingnya perubahan pada kultur institusi Polri, yang menurutnya menjadi tantangan terbesar dalam reformasi. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak terjadi praktek buruk dalam kultur tersebut, seperti perlindungan terhadap penjahat, nepotisme dalam jabatan, dan ketidaktransparanan dalam proses mutasi atau kenaikan pangkat anggota kepolisian.
Lebih jauh, Mahfud juga menyoroti masalah rekrutmen perwira yang masih sering kali diwarnai dengan kepentingan politik. “Selain dilakukan dengan cara yang tidak bersih, banyak juga yang terlibat dalam soal politik,” katanya, menambahkan bahwa hal ini menjadi salah satu akar masalah yang perlu segera dibenahi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!