Mahasiswa ITB Jason Edward Salim Juara Hackathon Internasional di China
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Jason Edward Salim, meraih juara Dimentional Track Hackathon dalam ajang AdventureX 2026 di Hangzhou, China./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Jason Edward Salim. Mahasiswa Program Studi Informatika tersebut berhasil meraih juara Dimentional Track Hackathon dalam ajang AdventureX 2026 di Hangzhou, China.
Kompetisi tersebut berlangsung pada (22-26/72026) dan diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai negara. Jason mewakili Indonesia dan berkompetisi bersama dua peserta dari negara lain, yakni Joaqin dari Argentina dan Bacchus dari China.
Dalam kompetisi tersebut, Jason tergabung dalam tim Night Watch. Tim ini mengembangkan inovasi berupa robot dengan tiga fungsi utama, yakni fatigue detection, intervensi consent-based, dan escorting.
Fungsi fatigue detection digunakan untuk memantau dan mendeteksi kondisi fisik pengguna secara real time, termasuk ketika pengguna mengalami kelelahan atau burnout.
Setelah kondisi tersebut terdeteksi, fungsi intervensi consent-based akan meminta persetujuan pengguna sebelum robot memberikan tindakan lanjutan. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah mengantar pengguna untuk beristirahat.
Selanjutnya, melalui fungsi escorting, robot akan mendampingi pengguna yang telah menyetujui tindakan lanjutan menuju lokasi tertentu, seperti area istirahat atau tempat yang dianggap nyaman.
Robot yang dikembangkan tim Night Watch menggunakan DimensionalOS pada robot quadruped Unitree Go2.
Jason Ungkap Kunci Berani Ikut Kompetisi
Jason mengatakan rasa penasaran menjadi salah satu hal yang mendorongnya untuk mencoba berbagai pengalaman dan tidak takut bersaing dalam kompetisi.
Menurutnya, mahasiswa perlu mencari pengalaman di luar kegiatan akademik, termasuk dengan membangun tim yang dapat berjuang bersama dalam berbagai kompetisi.
"Keep doing what you're doing right now. Cari tim yang asyik dan mau berjuang bareng, kebetulan di IF dan STI sendiri aku ada temen-temen yang setim hackathon juga dan kita udah ngerasain kalah-menang bersama dan dari sana juga aku mendapatkan cukup banyak perspektif mulai dari sisi technical, management, hingga business side yang dibutuhkan di hackathon itu sendiri," ucap Jason dikutip Sabtu (5/9/2026).
Keikutsertaan Jason dalam AdventureX 2026 berawal dari keinginannya mendapatkan pengalaman bersaing dengan peserta dari luar negeri sekaligus mengetahui perkembangan teknologi di luar Indonesia.
Saat masa libur perkuliahan pada Juli 2026, Jason kemudian mendaftarkan diri untuk mengikuti hackathon internasional tersebut.
Bertemu Rekan Satu Tim di Hangzhou
Pada tahap awal kompetisi, Jason mengajukan proposal mengenai inovasi yang akan dikembangkan. Setelah melalui proses seleksi proposal, ia dinyatakan lolos dan mengikuti rangkaian lomba selama lima hari di Hangzhou.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pengenalan mengenai tema kompetisi sekaligus mengunjungi expo booth sponsor yang menyediakan fasilitas untuk mendukung pengembangan produk peserta.
Di lokasi tersebut, Jason bertemu dengan Joaqin dari Argentina dan Bacchus dari China. Ketiganya memiliki ketertarikan yang sama di bidang software engineering sehingga kemudian sepakat membentuk tim Night Watch.
Selama tiga hari berikutnya, Jason bersama kedua rekannya mulai membangun dan mengembangkan topik yang mereka pilih, yaitu robotik dan artificial intelligence (AI).
Pada hari terakhir, tim melakukan submission dan demonstrasi terhadap inovasi yang telah dikembangkan. Proses penilaian berlangsung dalam dua sesi.
Pada sesi pertama, juri menilai secara langsung produk yang dibuat peserta. Sementara pada sesi kedua, penilaian dilakukan oleh mentor dan pengunjung publik melalui booth walkthrough.
Pemenang AdventureX 2026 kemudian diumumkan pada hari yang sama setelah seluruh proses penilaian selesai.
Sebagai mahasiswa Informatika ITB, Jason tetap menjalani berbagai kewajiban akademik. Namun, setelah menjalani sekitar setengah perjalanan perkuliahan, ia menyadari pentingnya mengeksplorasi kegiatan lain di luar akademik.
Pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi salah satu bentuk eksplorasi yang dilakukan Jason. Melalui AdventureX 2026, ia tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan bekerja sama dengan peserta dari negara lain dalam mengembangkan inovasi teknologi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!