Lurah Palasari: Buruan Sae Menjadikan Warga Hidup dari Hasil Kebun Sendiri
Tak hanya tumbuhan, ternak pun dibudidayakan di sini. Ada ayam petelur, kambing, dan domba. Setiap hari, masyarakat bisa mengambil telur yang dihasilkan di Buruan Sae.
Selain bercocok tanam, masyarakat di Palasari juga rutin memilah dan mengolah sampah. Eman menuturkan, warga sudah terbiasa memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Setelah dipilah, sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis disetorkan ke Bank Sampah.
"Kami juga punya Kang Empos untuk pengolahan sampah organik. Selain itu, di sini juga pengolahan sampahnya menggunakan gibrik mini di RW 13. Hasilnya pengolahan sampah relatif cepat, 30 menit bisa mengolah 1 ton sampah," jelas Eman.
Ia menambahkan, di wilayahnya juga memiliki hanggar maggot untuk mengolah sampah organik. Ada pula loseda (lodong sesa dapur) di beberapa rumah warga, terutama warga yang lahan rumahnya tidak terlalu luas.
"Berkat kebiasaan baik ini, Buruan Sae Palasari mendapat Juara 2 Lembur Tohaga Lodaya dari Polrestabes Bandung tahun 2020. Palasari juga mendapat juara harapan 3 lomba eco office," ucapnya.
Di samping itu, untuk meningkatkan pelayanan publik, Kelurahan Palasari memiliki sistem lapor melalui WhatsApp untuk menampung keluh kesah masyarakat.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!