Longsor di Nagreg Bandung, Timpa Kantor Desa, Puluhan Warga Mengungsi
"Pasca kejadian bencana longsor itu, 6 kepala keluarga dan 22 jiwa terpaksa mengungsi di rumah saudara terdekat," katanya.
Uka Suska menyebutkan warga yang rumahnya dekat ke lokasi longsor dan khawatir terancam kejadian yang tidak diharapkan, untuk sementara dievakuasi dan mengungsi di Madrasah Nurul.
"Puluhan warga yang mengungsi itu, yakni 33 orang dewasa, 15 anak-anak, 3 bayi, 2 ibu hamil, dan 3 menyusui. Selain itu ada juga yang mengungsi di Masjid Al-Abidin (Polsek Nagreg), yaitu 5 KK atau 8 jiwa, yaitu 3 lansia dan 2 balita. Jadi yang mengungsi itu 20 kepala keluarga atau 52 jiwa," tuturnya.
Kata Uka Suska, jajaran personel BPBD yang ada di lokasi kejadian terus melakukan upaya penanganan pasca bencana longsor tersebut.
"Situasi dan kondisi di lapangan sampai dengan pukul 00:50 WIB di lokasi kejadian gelap, maka dibutuhkan penerangan karena aliran listrik diputus oleh PLN dan dibutuhkan alat berat untuk pengangkatan material," katanya.
Untuk penanganan warga yang terdampak longsor itu, bantuan darurat yang sudah diberikan berupa matras, gacok, sekop, sembako, paket kebutuhan khusus wanita.
Pasca kejadian longsor, BPBD melakukan upaya koordinasi dengan Basarnas, kecamatan dan desa setempat. Melaksanakan assessment ke lokasi kejadian.
"Termasuk menghimbau kepada warga yang terdampak dan warga sekitar agar berhati-hati dan waspada. Kordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!