Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Longsor di Nagreg Bandung, Timpa Kantor Desa, Puluhan Warga Mengungsi

Desi Rossilawati
Senin, 19 Mei 2025 | 13:38 WIB
Bagikan
Longsor di Nagreg Bandung, Timpa Kantor Desa, Puluhan Warga Mengungsi

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Peristiwa longsor sebuah lereng atau tebing gunung melanda Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Minggu (18/5/2025) pukul 22.30 WIB.

Akibat dari bencana longsor tersebut, Kantor Desa Nagreg Kendan dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Puluhan warga terpaksa dievakuasi dan mengungsi ke tempat aman sebagai dampak dari kejadian bencana longsor tersebut.

Bencana longsor itu dipicu oleh turun hujan deras cukup lama di kawasan tersebut sejak Minggu malam kemarin dan kondisi ketinggian tebing atau lereng gunung yang cukup tinggi.

Akibat kejadian longsor itu, tiga warga tertimbun material rumah yaitu Ela dan keponakannya Imel (10) dan seorang pegawai desa yang sedang piket di Desa Nagreg Kendan. Ketiga korban berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cikopo Cicalengka untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketiga korban yang mengalami luka-luka itu, pada Senin pagi (19/5/2025) dua orang dikabarkan sudah bisa pulang dari rumah sakit. Namun satu orang lagi diperkirakan masih menjalani perawatan medis.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, mengatakan bahwa akibat bencana longsor itu, Kantor Desa Nagreg Kendan tertimpa material longsor, karena titik lokasi longsornya berdekatan dengan kantor desa.

"Kejadian longsor itu juga menimpa bangunan Musola Desa Nagreg Kendan, selain satu kendaraan roda 4 dan satu kendaraan roda 2 operasional desa juga tertimbun material longsor. Empat kendaraan roda dua milik warga juga tertimbun longsor," kata Uka Suska di lokasi bencana longsor, Senin (19/5/2025) pagi.

Uka Suska menjelaskan akibat bencana longsor itu juga menyebabkan 6 rumah warga terkena dampaknya. Keenam rumah itu milik Agus (1 kepala keluarga, 5 jiwa), Jeje (1 kepala keluarga, 4 jiwa), Tarmuji (1 kepala keluarga, 5 jiwa), Santi (1 kepala keluarga, 5 jiwa), dan Ela (1 kepala keluarga, 2 jiwa).

"Pasca kejadian bencana longsor itu, 6 kepala keluarga dan 22 jiwa terpaksa mengungsi di rumah saudara terdekat," katanya.

Uka Suska menyebutkan warga yang rumahnya dekat ke lokasi longsor dan khawatir terancam kejadian yang tidak diharapkan, untuk sementara dievakuasi dan mengungsi di Madrasah Nurul.

"Puluhan warga yang mengungsi itu, yakni 33 orang dewasa, 15 anak-anak, 3 bayi, 2 ibu hamil, dan 3 menyusui. Selain itu ada juga yang mengungsi di Masjid Al-Abidin (Polsek Nagreg), yaitu 5 KK atau 8 jiwa, yaitu 3 lansia dan 2 balita. Jadi yang mengungsi itu 20 kepala keluarga atau 52 jiwa," tuturnya.

Kata Uka Suska, jajaran personel BPBD yang ada di lokasi kejadian terus melakukan upaya penanganan pasca bencana longsor tersebut.

"Situasi dan kondisi di lapangan sampai dengan pukul 00:50 WIB di lokasi kejadian gelap, maka dibutuhkan penerangan karena aliran listrik diputus oleh PLN dan dibutuhkan alat berat untuk pengangkatan material," katanya.

Untuk penanganan warga yang terdampak longsor itu, bantuan darurat yang sudah diberikan berupa matras, gacok, sekop, sembako, paket kebutuhan khusus wanita.

Pasca kejadian longsor, BPBD melakukan upaya koordinasi dengan Basarnas, kecamatan dan desa setempat. Melaksanakan assessment ke lokasi kejadian.

"Termasuk menghimbau kepada warga yang terdampak dan warga sekitar agar berhati-hati dan waspada. Kordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan," katanya.

Saat ini personil yang ada di lapangan, selain BPBD Kabupaten Bandung juga Basarnas Bandung, TNI, Polri, Babinsa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Desa Nagreg Kendan, Tagana Kabupaten Bandung dan relawan.

Sementara itu, Plt. Camat Nagreg Dindin Hikmat ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa tiga korban luka yang tertimpa material bangunan rumah pasca bencana longsor itu sudah ditangani.

"Dua korban luka sudah pulang (dari Rumah Sakit Cikopo Cicalengka)," katanya.

Menurutnya, lokasi bencana longsor itu di sekitar Kantor Desa Nagreg Kendan.

"Termasuk Kantor Desa Nagreg Kendan yang hancur," ujarnya.

Kata Camat Dindin, karena kondisi material longsoran tebing atau lereng gunung itu cukup besar, sehingga warga yang berdekatan dengan lokasi longsor maupun yang terdampak langsung dievakuasi atau mengungsi ke tempat aman. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.