Liqo Syawal: Taqwa Dikuatkan, Janji Pertolongan Ditegaskan
Kegiatan Liqo Syawal 1447 H di Billinia Store, Jalan Ibrahim Singadilaga, Nagri Kaler, Purwakarta, menjadi ruang refleksi sekaligus penguat ukhuwah di tengah berbagai ujian yang melanda umat Islam di berbagai belahan dunia. /visi.news/ist
VISI. NEWS | PURWAKARTA — Semangat bulan Syawal masih terasa hangat dalam kebersamaan kaum muslimah yang menghadiri kegiatan Liqo Syawal 1447 H pada akhir pekan kemarin. Bertempat di Billinia Store, Jalan Ibrahim Singadilaga, Nagri Kaler, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat ukhuwah di tengah berbagai ujian yang melanda umat Islam di berbagai belahan dunia.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Menyempurnakan Taqwa Menjemput Nashrullahâ€. Tema ini menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian kegiatan, yang menekankan pentingnya melanjutkan spirit Ramadan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan pasca-Idulfitri.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa janji Allah atau nashrullah adalah sebuah kepastian yang tidak bisa ditawar. Ia menjelaskan bahwa janji tersebut memiliki dua sisi yang berjalan beriringan. “Pertama adalah janji pertolongan. Siapa saja yang menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolongnya. Kedua adalah janji kehancuran bagi siapa pun yang memusuhi dan menghalangi agama-Nya,†ungkapnya di hadapan peserta.
Namun demikian, jalan menuju pertolongan Allah bukan tanpa syarat. Umat Islam dituntut untuk memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran, termasuk dalam memberikan nasihat kepada pemimpin serta menolak dominasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sikap ini dinilai sebagai bagian dari ikhtiar nyata dalam meraih pertolongan Ilahi.
Pada sesi selanjutnya, peserta diajak memahami makna kemenangan hakiki yang tidak semata-mata bersifat lahiriah. Kemenangan sejati, menurut pemateri, harus dimulai dari kemenangan internal, yakni kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Ramadan disebut sebagai sarana efektif dalam membentuk pribadi bertakwa yang mampu menundukkan dorongan negatif dalam diri.
Dari kemenangan internal tersebut, diharapkan lahir kemenangan eksternal berupa tegaknya pertolongan Allah dalam kehidupan umat. Perjuangan umat Islam diarahkan untuk menciptakan perubahan yang lebih luas, termasuk menghapus kezaliman sistemik dan menghadirkan kehidupan yang selaras dengan aturan Allah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!