Lima Saran Dino dan Respons Istana Soal Diplomasi

Desi Rossilawati
Selasa, 2 Juni 2026 | 13:12 WIB
Bagikan
Lima Saran Dino dan Respons Istana Soal Diplomasi

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal./visi.news/bisnis.com.

Saran pertama berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi. Menurut Dino, banyak pembicaraan bilateral yang sebenarnya dapat dilakukan melalui sambungan video, telepon, atau konferensi daring tanpa harus selalu disertai kunjungan fisik. Ia mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang disebut telah berkali kali berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon tanpa harus melakukan pertemuan bilateral langsung.

Dari sisi analisis, gagasan ini mencerminkan perubahan praktik diplomasi global pascapandemi yang membuat komunikasi virtual semakin diterima sebagai bagian dari hubungan antarnegara. Namun demikian, sejumlah pengamat juga berpendapat bahwa pertemuan langsung tetap memiliki nilai strategis tersendiri karena memungkinkan negosiasi yang lebih mendalam dan pembangunan hubungan personal antar pemimpin.

Saran kedua adalah memaksimalkan forum internasional sebagai sarana bertemu banyak pemimpin dunia sekaligus. Dino menilai setiap kehadiran dalam forum multilateral seharusnya dimanfaatkan untuk menggelar sejumlah pertemuan bilateral dalam waktu bersamaan sehingga lebih efisien dari sisi biaya maupun waktu.

Ia bahkan mengusulkan formula "1 plus 8", yakni setiap kunjungan ke forum internasional diharapkan menghasilkan sedikitnya delapan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain yang hadir dalam forum tersebut.

Saran ketiga menyoroti aspek perencanaan dan transparansi. Dino menilai kunjungan luar negeri presiden perlu direncanakan lebih sistematis dan diinformasikan kepada publik jauh hari sebelum keberangkatan.

"Baik Seskab Teddy atau Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden ke suatu negara satu bulan sebelumnya, atau minimal seminggu sebelum hari-H," ujar Dino.

Dalam pandangannya, keterbukaan informasi mengenai agenda kunjungan akan memperkuat prinsip akuntabilitas serta membantu publik memahami tujuan strategis dari setiap perjalanan yang dilakukan.

Saran keempat adalah memperbanyak penerimaan tamu negara di Indonesia dibandingkan melakukan perjalanan ke luar negeri. Dino mencontohkan pendekatan yang dijalankan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang lebih sering menerima pemimpin dunia di Beijing.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.