Lima Raksasa Tiongkok yang Tanam Investasi Jumbo di Indonesia
Yang membuat proyek ini strategis adalah cakupan industrinya yang tidak hanya berfokus pada produksi baterai.
Rantai proyek mencakup pertambangan dan pengolahan nikel, produksi bahan baku baterai, pembuatan sel baterai, hingga proses daur ulang.
Pengembangan proyek tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Maluku Utara dan Karawang, Jawa Barat.
Investasi tersebut sekaligus memperlihatkan ambisi Indonesia untuk tidak berhenti pada ekspor mineral mentah. Nikel yang menjadi salah satu bahan penting dalam industri baterai diharapkan dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi di dalam negeri.
4. Jiangsu Delong, Masuk Dalam Bisnis Nikel
Perusahaan Tiongkok lainnya yang memiliki investasi besar di Indonesia adalah Jiangsu Delong.
Perusahaan ini dikenal melalui aktivitas pengolahan nikel, salah satunya melalui PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Proyek GNI menjadi salah satu proyek smelter dengan nilai investasi besar. Berdasarkan daftar proyek smelter yang diawasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2025, realisasi investasi GNI tercatat sekitar Rp35,8 triliun.
Besarnya nilai investasi tersebut memperlihatkan skala industri pengolahan nikel yang berkembang di kawasan Morowali dan sekitarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!