Lima Raksasa Tiongkok yang Tanam Investasi Jumbo di Indonesia
2. Huawei, Perkuat Industri Teknologi
Huawei merupakan perusahaan teknologi Tiongkok yang telah lama beroperasi di Indonesia.
Selama sekitar 25 tahun, Huawei terlibat dalam berbagai sektor teknologi dan infrastruktur digital. Kehadirannya tidak hanya melalui penjualan produk, tetapi juga pengembangan ekosistem teknologi dan sumber daya manusia.
Huawei disebut mengalokasikan investasi sekitar 192,3 juta yuan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) di Indonesia.
Investasi di bidang R&D menjadi penting karena industri digital membutuhkan penguasaan teknologi dan tenaga ahli. Secara global, Huawei juga memiliki sekitar 165.000 paten aktif, yang menggambarkan besarnya aktivitas perusahaan dalam pengembangan teknologi.
Dengan semakin berkembangnya kebutuhan Indonesia terhadap infrastruktur digital, komputasi, konektivitas, dan solusi teknologi, keberadaan Huawei menjadi salah satu bagian dari perkembangan ekosistem teknologi nasional.
3. CATL, Garap Rantai Industri Baterai
Jika kendaraan listrik menjadi salah satu wajah baru industri otomotif, baterai merupakan jantung dari ekosistem tersebut.
Di sektor inilah CATL mengambil posisi penting. Produsen baterai kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut masuk ke Indonesia melalui pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi.
CATL bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$6 miliar atau sekitar Rp96 triliun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!