Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Legislator: Perundungan Terjadi Karena Rendahnya Kualitas SDM

ED
Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:45 WIB
Bagikan
Legislator: Perundungan Terjadi Karena Rendahnya Kualitas SDM

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan bahwa kasus perundungan atau bullying di kalangan anak-anak masih kerap terjadi karena kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan pencegahan hingga penanganan masih rendah.

Juli lalu, perundungan anak berinisial F (11) terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat yang berakibat kematian. Korban menjadi target perundungan empat terduga pelaku yang juga merupakan anak-anak. Polisi pun menetapkan tiga tersangka di bawah umur.

“Kalau berbicara bully, ini memang karena SDM yang sangat rendah,” kata Selly seperti dilansir laman Parlementaria, baru-baru ini.

Politisi PDI-Perjuangan ini pun menyebut bahwa ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah untuk melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat.

Masalah edukasi ini menurut Selly juga menjadi bagian penting dari implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) mengingat beberapa perundungan terjadi menjurus ke kasus kekerasan seksual.

“Tidak hanya berbicara mengeksekusi dari ranah kekerasan tetapi bagaimana ranah pencegahan menjdi bagian penting,” kata legislator dapil Jawa Barat VIII tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, pada momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2022 yang diperingati setiap 23 Juli, Presiden Joko Widodo meminta perundungan yang terjadi terhadap anak-anak tidak terjadi lagi. Kepala Negara menegaskan, kejadian perundungan di Tasikmalaya tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk orang tua, sekolah, serta masyarakat agar perundungan tidak terjadi lagi.

Jokowi juga meminta semua pihak agar bersama-sama saling menjaga anak-anak. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.