Lebih Murah dari iPhone, China Resmi Jual Robot Humanoid Rp23 Jutaan untuk Konsumen

ED
Jumat, 19 Desember 2025 | 12:06 WIB
Bagikan
Lebih Murah dari iPhone, China Resmi Jual Robot Humanoid Rp23 Jutaan untuk Konsumen

VISI.NEWS | BANDUNG - China kembali membuat gebrakan di industri teknologi global. Perusahaan teknologi asal Negeri Tirai Bambu, Songyan Power, mulai menjual robot humanoid berbentuk manusia dengan harga yang jauh lebih murah dibanding perangkat elektronik premium. Robot bernama Bumi itu dipasarkan seharga 9.998 yuan atau sekitar Rp23,48 juta, bahkan lebih murah dari iPhone Pro Max terbaru.

Songyan Power telah menandatangani kesepakatan untuk memasok 1.000 unit robot Bumi kepada Huichen Technology. Dengan banderol harga tersebut, Bumi diklaim sebagai robot humanoid termurah di dunia saat ini.

“Dengan harga 9.998 yuan, Bumi saat ini merupakan robot humanoid termurah di dunia. Hal ini membuatnya terjangkau tidak hanya bagi perusahaan dan pabrik, tetapi juga bagi sekolah dan keluarga,” tulis Gizmochina, Senin (15/12/2025).

Robot Bumi dirancang dengan ukuran kecil dan bobot ringan. Meski demikian, kemampuannya cukup beragam. Robot ini dapat berjalan, berlari, menari, serta merespons perintah suara. Selain itu, Bumi dapat diprogram menggunakan sistem drag-and-drop sederhana, sehingga mudah digunakan oleh pemula di bidang robotika.

Menurut Songyan Power, robot ini difokuskan untuk interaksi dengan anak-anak, kebutuhan edukasi, serta pengenalan teknologi robotika sejak dini. Strategi tersebut memperlihatkan arah baru China dalam mendorong adopsi robot humanoid ke pasar konsumen sehari-hari.

Penjualan robot Bumi dijadwalkan mulai Januari 2026, dengan China menjadi salah satu negara pertama yang secara agresif memasarkan robot humanoid untuk penggunaan nonindustri.

Jika dibandingkan dengan produk sejenis dari Amerika Serikat, selisih harganya sangat mencolok. Robot humanoid Tesla Optimus diperkirakan akan dijual di kisaran US$20.000–30.000 atau sekitar Rp334 juta hingga Rp500 juta. Sementara itu, robot Digit buatan Agility Robotics yang ditujukan untuk gudang dan pabrik dibanderol sekitar US$250.000 atau setara Rp4,18 miliar.

Perbedaan harga ini mencerminkan perbedaan strategi industri antara China dan Amerika Serikat. Perusahaan AS cenderung mengutamakan produktivitas industri, keamanan, dan nilai investasi jangka panjang, meski adopsi pasarnya lebih lambat. Sebaliknya, China menekankan kecepatan produksi, skala besar, dan biaya rendah, meski dengan margin keuntungan yang tipis.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.