Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Lebih Dewasa, Lebih Selektif: Dinamika Pertemanan di Usia Matang

Desi Rossilawati
Senin, 4 Agustus 2025 | 02:00 WIB
Bagikan
Lebih Dewasa, Lebih Selektif: Dinamika Pertemanan di Usia Matang
VISI.NEWS | BANDUNG - Pertemanan di usia dewasa berbeda jauh dari masa remaja. Jika dulu kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berbincang hal ringan bersama banyak teman, kini realita pertemanan lebih mengutamakan kualitas hubungan dibanding kuantitas. Perubahan ini tak lepas dari bergesernya prioritas hidup. Kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan kebutuhan untuk menjaga energi emosional membuat banyak orang dewasa lebih selektif dalam berteman. Pertemanan dewasa diwarnai oleh karakteristik yang lebih tenang dan realistis. Komunikasi dilakukan secara terkurasi, namun dengan kesadaran menjaga privasi dan energi masing-masing. Kebebasan pribadi juga lebih dihargai, di mana teman tidak saling membebani dengan ekspektasi berlebihan. Tantangan pun tak bisa dihindari. Jadwal padat, perbedaan gaya hidup, hingga kesulitan menjalin pertemanan baru kerap menghambat interaksi. Studi bahkan menunjukkan bahwa usia di atas 25 tahun menjadi titik di mana seseorang makin sulit mendapatkan sahabat baru. Meski demikian, menjalin dan mempertahankan pertemanan tetap penting. Studi menunjukkan hubungan sosial yang sehat dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik, mengurangi stres, serta meningkatkan kepercayaan diri. Untuk itu, menjaga komunikasi meski singkat, saling hadir secara emosional, menerima perubahan hidup teman, dan menjadi pendengar yang baik adalah beberapa cara sederhana yang bisa memperkuat ikatan persahabatan di usia dewasa. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.