Lebih dari 200.000 Buruh Ikuti Aksi Damai May Day di Jakarta, Prabowo Bakal Hadir
“Kita harus menjaga momentum Hari Buruh ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai terjadi gangguan keamanan yang bisa mencoreng citra perayaan ini,” tegas Karyoto dikutip dalam keteranganya, Kamis.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Dedi Hardianto, juga menyerukan agar aksi buruh dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.
Ia menyebut bahwa May Day adalah perayaan sekaligus momentum untuk menyuarakan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi pekerja, seperti persoalan jam kerja, upah minimum, hingga hak-hak normatif buruh lainnya.
“Aksi kita harus damai, enggak boleh enggak. Kita ini kan perayaan, walaupun menyuarakan jam kerja bermasalah, upah bermasalah, hak-hak buruh bermasalah, kita tetap damai,” kata Dedi.
Dedi juga menegaskan bahwa KSBSI tetap mendukung kebijakan pemerintah selama berpihak pada kepentingan buruh. Ia berharap pemerintah membuka ruang dialog dan kolaborasi dalam setiap proses penyusunan regulasi ketenagakerjaan.
“Sepanjang kebijakan pemerintah bagus maka kita akan mendukung kebijakan tersebut. Dan di periode ini kita berharap pemerintah—kan mumpung sekarang zamannya kolaboratif, zamannya kerja sama,” ujarnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!