Laporan Udemy Ungkap Tren Seputar Masa Depan Pekerjaan, AI Generatif, dan Pergeseran Menuju Ekonomi Berbasis Keterampilan
Beradaptasi dengan Kemajuan Ai Generatif
Para ahli memperkirakan bahwa AI generatif dapat menggantikan hingga 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030 dan berpotensi menghemat $243,5 miliar dalam kapasitas produksi di negara ini. Selain itu, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi baru ini dan efisiensi yang dihasilkannya, AI generatif diperkirakan akan menciptakan hingga 23 juta pekerjaan baru pada tahun 2030 di Indonesia. Oleh karena itu, banyak perusahaan berusaha melatih karyawan untuk menggunakan AI generatif, mengintegrasikan teknologi ini ke dalam rutinitas kerja sehari-hari. Ini tercermin dalam lonjakan sebesar 60% dalam pelatihan terkait AI di platform Udemy dalam satu tahun terakhir, serta peningkatan peserta kursus di ChatGPT sebanyak lebih dari 4.419% pada kuartal pertama 2023.
Mengembangkan Pemimpin yang Kuat
Tenaga kerja saat ini mengalami tekanan yang sangat besar akibat perubahan yang konstan, mulai dari semakin permanennya pekerjaan hybrid hingga munculnya AI generatif dan kesenjangan keterampilan yang semakin besar, sehingga lebih dari separuh karyawan merasa kelelahan. Dengan biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang tidak berkomitmen (disengaged worker) melebihi $8,8 triliun pada tahun 2022, sangat penting bagi organisasi untuk berinvestasi dalam pengembangan kepemimpinan – terutama untuk manajer mid-level – untuk menghindari risiko transformasi digital organisasi mereka. Selama setahun terakhir, Udemy telah melihat peningkatan investasi dalam topik pengembangan kepemimpinan, seperti komunikasi, dasar-dasar manajemen, kecerdasan emosional, dan transformasi digital. Kursus coaching, khususnya, mengalami lonjakan sebesar 177% YoY di antara para manajer dan tim kepemimpinan.
Giri Suhardi, Head of Indonesia di Udemy, mengatakan, “Lingkungan pekerjaan Indonesia terus berkembang menghadapi perubahan yang cepat akibat inovasi-inovasi revolusioner seperti AI generatif. Hal ini mengubah cara kita bekerja secara mendasar dan membentuk kembali lingkungan profesional kita. Sangat penting bagi para pemimpin untuk mendukung tim melalui transformasi ini melalui peluang pembelajaran yang fleksibel. Oleh karena itu, memperkuat efisiensi operasional dan memiliki keterampilan baru menjadi kunci utama agar tenaga kerja kita tidak hanya dapat beradaptasi, tetapi juga terus berkembang di tengah era yang terus berevolusi ini.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!