Lantik PD GNPK RI Batang, Basri, "Tugas Kita Seperti Kiai, Tapi Agak Perlente Sedikit"

ED
Kamis, 16 Desember 2021 | 14:17 WIB
Bagikan
Lantik PD GNPK RI Batang, Basri, "Tugas Kita Seperti Kiai, Tapi Agak Perlente Sedikit"

Ia berpesan agar seluruh jajaran PD GNPK RI Kab. Batang melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin. "Insya Allah menjadi amal ibadah kita. Tugas kita seperti kiai, tapi agak perlente sedikit. Jangan sampai kita mendahulukan hal-hal yang merugikan masyarakat," ungkapnya.

Indonesia, kata Basri, sekarang ini menghadapi tiga bahaya besar yakni korupsi, radikalisme dan narkoba. "Kita fokus pada pencegahan korupsinya. Harus punya mental dan sikap yang memberikan kontribusi pada pencegahan. Harus membekali diri dengan bimtek, membedah kasus, dan gelar perkara. Karena koruptor itu orang pinter, punya pengaruh, materi dan jabatan," ingatnya.

Bupati Batang Dr. H. Wihaji, S. Pd. M.Pd., sangat menyambut baik kehadiran PD GNPK RI di daerahnya. Ia merasa butuh mitra yang bisa selalu mengingatkannya agar tidak tergelincir kepada tindakan yang merugikan pemerintahannya juga masyarakat. "Sempalan dalil Lord Acton, power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.  Kekuasaan cenderung korupsi dan pencegahan korupsi itu mudah diucapkan dan sangat sulit dalam pelaksanaannya. Maknanya, untuk melakukan pencegahan harus ulet. Tentu dengan berbagai cara," ungkapnya.

Keberadaan GNPK RI di Kabupaten Batang, katanya, membuat ia merasa ada teman, ada mitra yang akan selalu mengawal jalannya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dari tingkat pusat sampai tingkat desa. Mari kita sama-sama mengingatkan dalam kebenaran. Wattawwa saubil hak. Mari kita sama-sama mengurai jalan keluar dari persoalan yang dihadapi bangsa ini. Mari kita ber sama-sama untuk menuju budaya anti korupsi. Seperti tadi yang dikatakan ketua umum, mulailah untuk tidak korupsi dari diri sendiri," ungkapnya.

Bupati juga merasa struktur PD GNPK RI Kab. Batang cukup lengkap. Ada staf ahli bupati, inspektorat, pendidik, aktifis kemasyarakatan, sampai ada juga kepala desa. "Negara sampai saat ini terus melakukan perubahan untuk menjadi pemerintahan yang lebih baik. Butuh waktu, keyakinan, dan optimisme. Pasti Indonesia ada perubahan. Secara perlahan-lahan. Bagian dari semangat kebersamaan kita untuk pencegahan korupsi. Dimanapun punya kewenangan pasti ada potensi. Insya Allah Indonesia suatu saat jadi negara hebat. Akan tambah baik, semakin baik, mari kita kontrol bersama sama. Saya juga perlu dikritik, karena konsekuensi demokrasi yang sudah kita sepakati bersama," ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.