Lagi, Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Kopral Kepala (Kopka) Rico Pramudia. /visi.news/ai
Tragedi ini memunculkan sorotan baru terhadap keselamatan pasukan perdamaian di wilayah operasi UNIFIL. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap fasilitas dan personel penjaga perdamaian disebut meningkat seiring memburuknya konflik di Lebanon Selatan. Indonesia, sebagai salah satu kontributor pasukan terbesar di UNIFIL, kini mendorong evaluasi besar terhadap sistem perlindungan personel, termasuk mitigasi risiko dan aturan keterlibatan di wilayah tempur.
Di tengah duka, pengorbanan para prajurit ini juga kembali mengingatkan peran strategis Indonesia di panggung internasional. Selama bertahun-tahun, TNI dikenal aktif dalam misi penjaga perdamaian dunia, mengemban amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Namun gugurnya empat prajurit dalam waktu berdekatan memperlihatkan bahwa misi perdamaian bukan sekadar operasi diplomatik, melainkan medan berisiko tinggi yang menuntut nyawa.
Pemerintah saat ini berkoordinasi dengan UNIFIL dan Pemerintah Lebanon untuk proses pemulangan jenazah Kopral Rico Pramudia ke Tanah Air dengan penghormatan militer. Negara juga menjanjikan penghormatan tertinggi atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang gugur. Di sisi lain, desakan agar komunitas internasional memberi perlindungan lebih kuat terhadap pasukan penjaga perdamaian kian menguat, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap misi-misi PBB.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!