Lagi Empat PSU di Baleendah Diserahkan ke Pemkab Bandung, Kang DS, "Sampai Hari ini Sudah 74 Perumahan"
VISI.NEWS | BALEENDAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) untuk empat komplek perumahan di Baleendah. Penyerahan ini menambah jumlah total PSU yang diserahkan selama masa jabatan Bupati HM Dadang Supriatna menjadi 74 komplek perumahan, dengan target 100 komplek.
Endang Iwan, perwakilan dari Komplek Perumahan Cluster Rancamanyar, dalam acara yang berlangsung di komplek perumahan tersebut, Selasa (4/6/2024) malam, menyampaikan bahwa komplek tersebut dibangun pada tahun 2011 dan mulai dihuni sejak 2012 oleh 195 kepala keluarga. "Di klaster Rancamanyar aman, HP tinggal di halaman sangat nyaman, keluarga di sini sangat harmonis. Hampir semua fasilitas walau minimal sudah tersedia. Jalan sudah mulus di blok A hasil swadaya. Alhamdulillah setelah PSU bisa memberikan solusi, dulu sudah di hotmix tahun 2013, aspalnya sudah terkikis habis. Warga di sini pada umumnya bekerja di Kota Bandung," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Baleendah Eep Syarif Hidayatullah, para lurah dan kepala desa di Kecamatan Baleendah, serta ketua-ketua RW dan tokoh masyarakat setempat, seperti Ketua 06 Komplek Delima Indah Kelurahan Wargamekar Ade Sutardin, Ketua RW 10 Komplek Giriharja Dudi Rosadi, dan RW-11 Bumi Baleendah Asri Nurmawan, S.E.
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengapresiasi kerja sama antara camat, lurah, kepala desa, dan Dinas Perkimtam. "Kalau menunggu pengembang, kapan selesainya. Dari pemeriksaan BPK RI Kabupaten Bandung memperoleh WTP, catatannya hanya satu penyempurnaan PSU masih ada kendala. Dari 44 Komplek Perumahan di Kecamatan Baleendah yang proses proses PSU-nya, tinggal 10 lagi on progress. Hari ini selama saya menjabat bupati sudah 74 perumahan yang diserahkan PSU-nya ke pemkab," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta ke depannya agar lahan yang digunakan harus dengan sepengetahuan Dinas Perkimtam. "Pak Lurah, tolong dibuka PSPKB-nya, saya tidak mau ada janji yang belum diselesaikan. Janji adalah hutang. Yang 10 mohon maaf masih belum bisa diselesaikan karena masih dalam tahap pembangunan," tambahnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!