Laboratorium Pangan: Solusi Protein Berkelanjutan di Hari Pangan Sedunia
Oleh Hasmeet Kaur
- Institut Penelitian dan Studi Internasional Manav Rachna dan Neeraj Verma, Foresight Biotech Pvt Ltd
MENARUH daging di piring masyarakat merupakan kontributor signifikan terhadap pemanasan global. Tidak hanya produksi peternakan yang memerlukan banyak air dan lahan, emisi metana dari produksi daging pada tahun 2023 menyumbang 36 persen dari total emisi metana di seluruh dunia. Metana adalah gas rumah kaca yang kuat dan 80 persen lebih kuat dibandingkan karbon dioksida. Peternakan juga meningkatkan resistensi antimikroba dan seringkali tidak higienis dan tidak manusiawi.
Oleh karena itu, proses produksi daging alternatif semakin dibutuhkan. Daging yang dibudidayakan, juga dikenal sebagai daging yang dibudidayakan di laboratorium atau daging berbasis sel, telah muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dibandingkan peternakan tradisional untuk membuat akses terhadap daging terjangkau, berkelanjutan, dan aman.
Industri daging peternakan berkembang pesat, dengan semakin banyaknya investasi dan inovasi yang sedang dilakukan. Daging budidaya masih dalam tahap awal pengembangan di India. Meskipun belum tersedia secara komersial, penelitian dan pengembangan aktif sedang dilakukan.
Pasar produk daging peternakan bernilai $US2,3 miliar pada tahun 2023. Nilai ini diperkirakan akan mencapai $US8,2 miliar pada tahun 2033.
Dengan kemajuan teknologi yang tepat untuk mendorong komersialisasi daging laboratorium, hal ini dapat memberikan alternatif berkelanjutan terhadap peternakan sekaligus memenuhi peningkatan permintaan daging dan mendukung rantai pasokan pangan global.
Prosesnya
Daging yang dibudidayakan melibatkan pertumbuhan sel hewan di luar tubuh hewan dalam lingkungan yang tertutup dan terkendali. Bioreaktor adalah inti dari produksi daging peternakan, yang menyediakan lingkungan optimal bagi sel hewan untuk tumbuh dan berkembang biak.
Hal ini memerlukan keahlian teknis tingkat lanjut untuk produksi yang efisien, berkelanjutan, dan terukur. Bioreaktor berfungsi sebagai lingkungan terkendali di mana sel diberi nutrisi penting dan kondisi fisiologis yang sesuai, memungkinkan sel untuk tumbuh menjadi jaringan otot, seperti halnya di dalam hewan, meniru proses alami in vivo.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!