Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Laba MEDC Melejit, Harga Minyak Jadi Penopang

Desi Rossilawati
Senin, 11 Mei 2026 | 09:43 WIB
Bagikan
Laba MEDC Melejit, Harga Minyak Jadi Penopang

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | BANDUNG - PT Medco Energi Internasional Tbk mencatat lonjakan laba bersih sebesar 283 persen pada kuartal I 2026. Kinerja impresif perusahaan berkode saham MEDC ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah tren penguatan harga minyak dunia serta membaiknya kontribusi dari sejumlah entitas asosiasi perusahaan.

Performa operasional MEDC terlihat dari capaian EBITDA yang mencapai US$351 juta pada tiga bulan pertama tahun ini. Berdasarkan riset RHB Sekuritas yang dikutip Investor Daily, angka tersebut naik 6 persen dan telah memenuhi sekitar 28 persen dari estimasi EBITDA tahunan perseroan.

Kenaikan laba bersih MEDC tidak hanya didorong oleh bisnis inti minyak dan gas, tetapi juga berasal dari pemulihan signifikan pada entitas asosiasi. Jika pada periode yang sama tahun 2025 sektor tersebut masih mencatat kerugian sebesar US$20 juta, kini kontribusinya berbalik positif dengan menyumbang pendapatan US$45 juta.

PT Amman Mineral Internasional Tbk menjadi faktor utama perubahan tersebut. Perusahaan tambang berkode saham AMMN itu memberikan kontribusi laba bersih sebesar US$33,5 juta kepada MEDC pada kuartal I 2026. Pada tahun sebelumnya, AMMN justru membebani kinerja perseroan dengan kerugian sebesar US$29 juta.

"AMMN berkontribusi sebesar US$33,5 juta ke laba bersih MEDC pada kuartal I-2026 vs periode sama tahun lalu yang menyumbang rugi US$29 juta," tulis RHB Sekuritas sebagaimana dikutip dari Investor Daily.

Secara industri, penguatan harga minyak mentah Brent turut memperbesar optimisme terhadap prospek MEDC. RHB Sekuritas menaikkan asumsi harga Brent tahun 2026 menjadi US$83 per barel dari sebelumnya US$62 per barel. Sementara untuk 2027, harga minyak diproyeksikan berada di level US$72 per barel.

Meski demikian, lembaga riset tersebut juga menyesuaikan proyeksi lifting cost MEDC menjadi US$8,8 per barel setara minyak dari estimasi awal US$8,6 per boe. Kenaikan biaya operasional itu dinilai masih sejalan dengan target produksi hidrokarbon perseroan yang dipertahankan pada level 171 ribu boepd.

RHB Sekuritas turut merevisi proyeksi EBITDA MEDC tahun 2025 sebesar 15 persen menjadi US$1,5 miliar. Dari sisi valuasi, saham MEDC saat ini diperdagangkan pada level 3,6 kali EV terhadap EBITDA, atau sekitar 18 persen lebih rendah dibanding rata rata perusahaan energi sejenis.

Kondisi tersebut membuat analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga saham MEDC di level Rp2.200. Target itu menawarkan potensi kenaikan sebesar 28 persen ditambah estimasi dividend yield mencapai 4 persen. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.