Kuota Haji Diatur Ulang, Gus Irfan Tegaskan Prinsip, “Siapa Daftar Lebih Dulu, Berangkat Lebih Dulu
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah pusat melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan adanya penataan ulang sistem kuota haji nasional berdasarkan proporsi provinsi. Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Jawa Barat di Bandung, akhir pekan kemarin. Penataan ini dilakukan untuk memastikan daftar tunggu berjalan adil sesuai prinsip utama: siapa yang mendaftar lebih dulu, berangkat lebih dulu.
Saat ini, tiga provinsi dengan antrean haji terbesar adalah Jawa Timur dengan 1,2 juta pendaftar, Jawa Tengah sekitar 900 ribu, dan Jawa Barat sekitar 700 ribu. Besarnya perbedaan antrean membuat pemerintah memutuskan kembali menghitung kuota berdasarkan proporsi provinsi, bukan lagi kabupaten/kota. Sistem lama dinilai menimbulkan ketidakseimbangan sehingga jemaah dari tahun pendaftaran lebih awal justru tertunda keberangkatannya.
Gus Irfan menegaskan perubahan ini akan memengaruhi dinamika kuota daerah dalam 2–3 tahun ke depan. Beberapa kabupaten/kota mungkin mendapatkan kuota lebih kecil karena pendaftar lamanya sudah menipis. Namun, seiring bertambahnya pendaftar tahun-tahun berikutnya, kuota mereka akan kembali meningkat. “Ini dinamis sesuai tahun pendaftar jamaahnya,” jelasnya.
Dalam arahannya, Menteri juga menyampaikan bahwa struktur kelembagaan Kementerian Haji di tingkat daerah akan segera difinalisasi. Para pejabat yang kini berada di posisi Kabid dan Kasie akan dilantik sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kanwil dan Kepala Kantor, dan kemudian akan menjadi definitif. Namun ia menekankan satu syarat mutlak: penyelenggaraan haji tahun depan harus berjalan sukses dan bersih.
Gus Irfan mengingatkan bahwa integritas menjadi harga mati dalam pelayanan haji. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik penyimpangan dalam proses pelayanan, baik dalam administrasi, pemilihan petugas, hingga pengaturan kuota. “Kemarin sudah diumumkan petugas haji, tolong dikawal dengan bersih,” pesannya. Ia juga memastikan bahwa daftar jemaah yang berhak melunasi biaya haji akan segera diumumkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!