Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Terkait Penebangan 10 Pohon 31 Jul 2026 Ketua Komisi X Prioritaskan Kesejahteraan Guru usai Putusan MK soal MBG 31 Jul 2026 Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung 31 Jul 2026 Pajak Sudah Dibayar Masih Menunggak, Bunda Hermin Siap Kawal Hingga Tuntas 31 Jul 2026 Pikap Bermuatan Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas 31 Jul 2026 Indonesia Pernah Tundukkan Timor Leste 3-1 di Piala AFF 31 Jul 2026 Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG 31 Jul 2026 Gus Heri Luncurkan MotivAction, Inovasi Literasi Islami di Era Digital 31 Jul 2026 Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah 31 Jul 2026 Istana Respons Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan 31 Jul 2026 Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Terkait Penebangan 10 Pohon 31 Jul 2026 Ketua Komisi X Prioritaskan Kesejahteraan Guru usai Putusan MK soal MBG 31 Jul 2026 Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung 31 Jul 2026 Pajak Sudah Dibayar Masih Menunggak, Bunda Hermin Siap Kawal Hingga Tuntas 31 Jul 2026 Pikap Bermuatan Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas 31 Jul 2026 Indonesia Pernah Tundukkan Timor Leste 3-1 di Piala AFF 31 Jul 2026 Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG 31 Jul 2026 Gus Heri Luncurkan MotivAction, Inovasi Literasi Islami di Era Digital 31 Jul 2026 Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah 31 Jul 2026 Istana Respons Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan 31 Jul 2026

Kultura Persib: Ketika Sejarah, Seni, dan Cinta Bobotoh Bersatu di Braga

ED
PN
Minggu, 7 Juni 2026 | 20:31 WIB
Bagikan
Kultura Persib: Ketika Sejarah, Seni, dan Cinta Bobotoh Bersatu di Braga

pameran seni bertajuk “Kultura Persib”, hasil kolaborasi Grey Art Gallery dengan Persib Bandung yang akan digelar di Jalan Braga No. 47, Kota Bandung. /visi.news/ist

VISI.NEWS | BANDUNGPersib Bandung tidak hanya hidup di lapangan hijau, tetapi juga tumbuh sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat. Semangat itulah yang diangkat dalam pameran seni bertajuk “Kultura Persib”, hasil kolaborasi Grey Art Gallery dengan Persib Bandung yang akan digelar di Jalan Braga No. 47, Kota Bandung.

Pameran ini akan dibuka untuk umum mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 dan menghadirkan beragam karya seni, arsip sejarah, dokumentasi, hingga instalasi yang merekam perjalanan panjang klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut. Lebih dari sekadar pameran olahraga, Kultura Persib menjadi ruang pertemuan antara seni, sejarah, dan emosi kolektif jutaan Bobotoh yang telah tumbuh bersama Persib selama puluhan tahun.

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga, menjelaskan bahwa gagasan pameran ini lahir dari kebutuhan para seniman yang selama ini menjadikan Persib sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Menurutnya, belum banyak ruang yang secara khusus mengangkat ekspresi visual mengenai Persib sebagai fenomena budaya.

“Persib menjadi denyut nadi yang memberikan banyak inspirasi dalam karya-karya para seniman. Karena itu kami merasa perlu menghadirkan ruang yang secara khusus mewadahi berbagai ekspresi visual tentang Persib,” ujarnya.

Pemilihan Grey Art Gallery sebagai lokasi penyelenggaraan juga dinilai strategis. Berada di kawasan bersejarah Braga yang menjadi salah satu pusat aktivitas seni dan budaya Kota Bandung, galeri ini mudah diakses masyarakat serta beroperasi setiap hari, sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi pengunjung untuk menikmati seluruh koleksi yang ditampilkan.

Berbeda dengan pameran olahraga pada umumnya, Kultura Persib mengangkat fenomena sosial dan budaya yang berkembang bersama perjalanan klub tersebut. Istilah “Kultura Persib” dipilih untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari pengalaman, kenangan, dan kecintaan masyarakat terhadap Persib.

Penyelenggara tidak hanya melibatkan seniman profesional, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk berpartisipasi melalui program open call. Berbagai karya dan arsip yang dikirimkan menunjukkan betapa kuatnya hubungan emosional antara Persib dan para pendukungnya.

Sebanyak 70 kontributor ambil bagian dalam pameran ini dengan menghadirkan total 95 objek pameran. Koleksi tersebut mencakup karya seni rupa, mural, instalasi, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, koleksi buku, hingga berbagai memorabilia yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan Persib Bandung.

Salah satu magnet utama pameran adalah kehadiran empat patung karya seniman Iwong yang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh penting dalam sejarah Persib. Empat figur yang diabadikan adalah Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak, sosok-sosok yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan dan prestasi klub.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam, area pameran dibagi menjadi lima ruang berbeda, yaitu ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua. Setiap ruang memiliki tema dan pendekatan kuratorial tersendiri.

Pada bagian depan galeri, pengunjung akan disambut dengan infografis perjalanan sejarah Persib yang menampilkan berbagai pencapaian, momen bersejarah, serta gelar juara yang pernah diraih klub. Sementara itu, area lantai dua menjadi ruang yang banyak menampilkan karya dan arsip hasil kontribusi langsung dari masyarakat.

Salah satu karya yang mendapat perhatian khusus dari kurator adalah mural yang menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anak. Karya tersebut dianggap mampu menunjukkan bagaimana Persib telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan identitas sosial masyarakat Bandung selama beberapa generasi.

Selain itu, terdapat pula mural yang merekam suasana pertandingan Persib pada era 1990-an, ketika banyak pendukung rela memanjat pohon demi mendapatkan kesempatan menyaksikan pertandingan secara langsung. Meski berangkat dari pengalaman pribadi, kisah-kisah seperti itu ternyata menjadi memori kolektif yang masih hidup di kalangan Bobotoh hingga saat ini.

Melalui Kultura Persib, penyelenggara berharap masyarakat dapat melihat Persib dari perspektif yang lebih luas. Klub ini bukan hanya institusi olahraga yang mengejar kemenangan dan gelar juara, tetapi juga simbol budaya yang membentuk identitas Kota Bandung dan Jawa Barat.

Pameran ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu melampaui batas olahraga. Persib hadir sebagai bagian dari sejarah, seni, memori, dan kehidupan sehari-hari masyarakat yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi pameran, tiket masuk dibanderol sebesar Rp25.000 pada hari kerja (weekday) dan Rp35.000 pada akhir pekan (weekend). Pengunjung diperbolehkan mengambil foto untuk dokumentasi pribadi, namun diminta tidak menyentuh arsip, koleksi jersey, maupun karya yang dipamerkan guna menjaga keaslian dan kelestariannya.

Dengan perpaduan seni, sejarah, dan semangat Bobotoh, Kultura Persib diprediksi menjadi salah satu agenda budaya paling menarik di Kota Bandung tahun 2026, sekaligus mempertegas posisi Persib sebagai ikon yang tidak hanya berjaya di lapangan, tetapi juga hidup dalam ruang budaya masyarakat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.