KTT Belt and Road Hong Kong Himpun 6.200 Pemimpin Global
Pembahasan tersebut mencerminkan perubahan lanskap ekonomi global yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, transformasi rantai pasok, kebutuhan terhadap energi dan teknologi ramah lingkungan, serta meningkatnya peran AI dalam kegiatan ekonomi.
Forum juga mengeksplorasi berbagai peluang baru dalam perdagangan, investasi, dan pembangunan di negara-negara yang berada di sepanjang jalur BRI maupun kawasan lainnya. Perhatian khusus diberikan kepada ASEAN, Asia Tengah, dan Timur Tengah.
Dalam konteks tersebut, Hong Kong berupaya memperkuat perannya sebagai “super connector” dan “super value-adder”, yakni sebagai penghubung antara perusahaan, modal, pasar, dan berbagai sumber daya dari China Daratan dengan pasar internasional.
Peran tersebut juga didukung oleh aktivitas diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah Hong Kong. John Lee sebelumnya telah memimpin delegasi bisnis tingkat tinggi untuk menjajaki peluang di 13 negara Belt and Road yang berada di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Asia Tengah.
Dari berbagai kunjungan tersebut, lebih dari 250 MoU dan perjanjian lainnya berhasil dicapai. Kesepakatan tersebut mencakup koordinasi kebijakan, perdagangan dan investasi, peningkatan konektivitas, serta dukungan bagi perusahaan yang ingin memperluas kegiatan bisnis.
Langkah tersebut menunjukkan fokus Hong Kong untuk membuka pasar baru, membangun kemitraan baru, serta memperkuat kerja sama ekonomi regional.
Belt and Road Summit tahun ini juga memperkenalkan tiga bagian khusus baru, yakni GoGlobal Chapter, Central Asia Chapter, dan Middle East Chapter.
GoGlobal Chapter dirancang sebagai platform terpadu bagi perusahaan China Daratan yang ingin memasuki pasar internasional. Melalui forum tersebut, perusahaan dapat melakukan pertukaran informasi sekaligus membangun koneksi dengan calon mitra bisnis di luar negeri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!